Ditemukan lagi mayat di bangkai kapal pesiar

Kapal Costa Concordia Hak atas foto Reuters
Image caption Persiapan pemompaan bahan bakar dari kapal pesiar tengah dilakukan.

Tim penyelam Italia menemukan satu jenazah lagi di bangkai kapal pesiar Costa Concordia sehingga jumlah keseluruhan korban tewas mencapai 16 orang.

Para penyelam menemukan jenazah hari Selasa (24/1) ketika mereka melakukan persiapan penyedotan bahan bakar dari kapal pesiar yang kandas di dekat Pulau Giglio, Italia, pada 13 Januari lalu.

Pejabat Italia belum mengukuhkan bahwa jenazah yang ditemukan adalah seorang perempuan yang masih mengenakan jaket pelampung.

Menurut para pejabat Italia, sembilan korban tewas telah diidentifikasi dan identitas tujuh lainnya belum diketahui.

Sejauh ini terdapat sedikitnya 16 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu petugas sedang melakukan persiapan untuk memompa bakan bakar dari kapal pesiar dengan panjang 290 meter itu.

Perusahaan Belanda SMIT mendatangkan peralatan penyedotan minyak dan ditempatkan di samping kapal Costa Concordia.

Pencemaran

Hak atas foto AP
Image caption Sebagian badan kapal Costa Concordia terendam air.

Operasi pemompaan sekitar 2.300 ton solar dijadwalkan baru akan dimulai hari Sabtu. Pihak berwenang mengatakan diperlukan waktu satu bulan untuk menyedot seluruh solar dari kapal.

Para penyelam menempatkan tangki-tangki luar yang akan digunakan untuk menampung bahan bakar dari Costa Concordia. Sejauh ini sudah ada enam tangki pertama di dalam kapal Costa Concordia akan disedot dan letak tangki-tangki tersebut relatif mudah dijangkau.

Kepala Badan Perlindungan Sipil Nasional Italia Franco Gabrielli mengatakan begitu keenam tangki pertama tersebut dikosongkan maka sekitar 50% solar yang ada dikapal sudah berhasil disedot.

Gabrielli mengatakan penyedotan dilakukan selama 24 jam terus menerus.

"Ini merupakan operasi yang rumit," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters.

Bahan bakar dikhawatirkan bisa bocor dan mencemari perairan setempat. Kapal pesiar Costa Concordia mengangkut lebih dari 4.200 penumpang dan awak kapal, termasuk ABK dari Indonesia, ketika menghantam batu karang.

Berita terkait