Filipina menginginkan militer AS yang lebih besar

Tentara AS dan tentara Filipina di Manila. Hak atas foto Reuters
Image caption Tentara penjaga pantai AS dan Filipina dalam sebuah acara pelatihan di Manila.

Filipina menginginkan Amerika Serikat memperluas keberadaan tentaranya di negara itu di tengah-tengah meningkatnya sengketa perbatasan wilayah.

Menteri Pertahanan Filipina, Albert Del Rosario, mengatakan para pejabat kedua negara sedang membahas latihan bersama yang lebih banyak dan penambahan tentara Amerika Serikat yang ditugaskan ke Filipina.

"Merupakan kelebihan yang jelas bagi kami untuk mengeksplorasi bagaimana memaksimalkan traktat aliansi dengan Amerika Serikat melalui cara yang bisa diterima bersama dan untuk keuntungan bersama," seperti dijelaskan Albert Del Rosaria dalam pernyataannya.

Dia menambahkan bahwa negaranya membutuhkan kekuatan pertahanan dalam menghadapi sengketa perbatasan di wilayah.

Bagaimanapun Del Rosario tidak secara tegas menyebut Cina sebagai alasan untuk meningkatkan keberadaan pasukan AS itu.

Tahun lalu Filipina menuduh Cina melakukan intimidasi sehubungan dengan sengketa kepemilikan beberapa pulau di Laut Cina Selatan.

Sumber-sumber di Filipina menyebutkan perundingan lebih lanjut akan digelar pada Maret tahun ini juga untuk menyusun rincian dari rencana tersebut.

Pernah punya pangkalan

Selain melakukan latihan militer bersama yang berlangsung rutin, sekitar 600 tentara Amerika Serikat secara bergantian ditempatkan di Filipina selatan.

Mereka bertugas melatih pasukan di kawasan itu untuk menghadapi kelompok perlawanan militan Islam namun tidak memiliki peran tempur.

Sedangkan latihan militer keduanya didasarkan pada Kesepakatan Kunjungan Pasukan tahun 1999 yang memungkinkan kapal dan tentara Amerikta Serikat masuk ke Filipina.

Sebelumnya Amerika Serikat memiliki pangkalan di Filipina namun ditutup pada tahun 1991. Seorang pejabat Amerika Serikat sudah membantah spekulasi bahwa pangkalan militer tersebut akan dihidupkan kembali.

Amerika Serikat sudah sepakat untuk meningkatkan keberadaan tentaranya di pangkalan-pangkalan mereka di Australia dan berjanji untuk menempatkan kawasan Asia Timur walaupun menghadapi pemotongan anggaran.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Barack Obama dalam kunjungan ke Australia dan beberapa negara Asia, termasuk Indonesia untuk menghadiri KTT Asia Timur, November 2011.

Pengurangan pasukan

Dalam perkembangan lain, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta sudah mengumumkan pengurangan hampir 100.000 prajurit sebagai bagian dari perampingan angkatan bersenjata.

Pentagon akan menghadapi pemotongan anggaran pertahanan hingga US$487 miliar atau sekitar Rp4.300 triliun selama 10 tahun mendatang.

Dalam lima tahun ke depan jumlah pasukan Angkatan Darat akan berkurang dari 570.000 orang menjadi 490.000 orang sedangkan personil marinir dipotong 20.000 personil menjadi 182.000 orang.

Dengan berkurangnya jumlah personil militer, Amerika Serikat mengatakan akan meningkatkan kualitas pasukan-pasukan khususnya dan mempertahankan kemampuan mereka untuk mengalahkan musuh di daratan.

Saat mengumumkan pengurangan tentara tersebut, Panetta kembali menegaskan komitmen AS di kawasan Asia.

Berita terkait