MA Inggris bahas ekstradisi Assange

Julian Assange Hak atas foto BBC World Service
Image caption Assange berkali-kali menuding tuduhan terhadap dirinya dilandasi motif politik.

Mahkamah Agung Inggris dijadwalkan membahas permohonan gugatan yang diajukan oleh pendiri situs pembocor Wikileaks, Julian Assange, yang berkeberatan atas perintah ekstradisinya ke Swedia.

Mahkamah tertinggi di Inggris ini mengatakan sebuah panel terdiri dari tujuh hakim agung akan mendengar argumen dari kubu Assange dengan alasan kasus ini menimbulkan "kepentingan besar bagi publik karena isu yang dimunculkan kasusnya".

Seorang juru bicara MA Inggris mengatakan isu dalam aksus ini berkisar pada persoalan "apakah seorang jaksa memililki otoritas yudisial (untuk menentukan ekstradisi seperti dalam kasus Assange)".

Assange diburu aparat kejaksaan Swedia untuk diperiksa dalam kasus dugaan pelanggaran seks yang berkali-kali dibantahnya.

Warga kelahiran Australia berusia 40 tahun ini, sampai kini masih tinggal di Inggris dengan syarat membayar uang jaminan, mengklaim bahwa tudingan pelanggaran yang diajukan padanya semata-mata dilandasi oleh sikap politik pemerintah yang menentang aksi Wikileaks.

Perkosaan

Assange dituding memperkosa seorang perempuan serta "menganiaya dan memaksa seacra seksual" seorang perempuan lain di Stockholm pada bulan Agustus 2010.

Sementara situs Wikileaks sebelumnya baru mempublikasikan setumpuk material diplomatik yang dibocorkan yang akhirnya mempermalukan sejumlah penguasa pemerintahan.

Pengadilan Tinggi Inggris sebelumnya merestui perintah ekstradisi yang ditujukan atasnya, yang menurut kubu Assange tindakan melawan hukum.

Pada bulan Desember lalu, dua hakim Pengadilan Tinggi yakni Sir John Thomas dan Hakim Justice Ouseley, memutuskan gugatan Assange terkait UU Ekstradisi di Inggris "merupakan bagian dari kepentingan publik" sehingga dia diizinkan mengajukan gugatannya kepada MA untuk mendapatkan putusan final di Inggris.

Beberapa saat setelah itu, seorang juru bicara MA Inggris menyebut para hakim agung sepakat menyidangkan kasusnya "karena kepentingan besar bagi publik terkiat isu yang dimunculkan kasus ini yakni tentang apakah seorang jaksa punya otoritas yudisial".

Sesi pembahasan akan berlangsung dua hari dan putusannya kemungkinan akan dirahasiakan.

Berita terkait

Sekitar BBC