Jerman minta Cina menekan Iran

Terbaru  2 Februari 2012 - 18:19 WIB
angela merkel

Merkel mengatakan dunia tidak membutuhkan kekuatan nuklir baru.

Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak Cina memberi tekanan yang lebih besar kepada Iran agar menghentikan program nuklir.

Dalam kunjungan ke Beijing hari Kamis (2/2), Merkel mengatakan ia membahas masalah ini secara mendalam dengan para pemimpin Cina, termasuk Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao.

"Jika kita membahas sanksi Eropa terhadap Iran, pertanyaannya adalah bagaimana Cina menggunakan pengaruhnya untuk memberi pemahaman kepada Iran bahwa dunia tidak memerlukan satu negara lagi dengan kekuatan nuklir," kata Merkel.

Pemimpin Jerman ini mengatakan pihaknya berharap Dewan Keamanan PBB bisa mengeluarkan resolusi tentang Iran yang didukung oleh seluruh anggota.

Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap Iran ketika Presiden Obama menandatangani undang-undang baru pada 31 Desember 2011, yang melarang transaksi dengan bank sentral Iran.

Negara-negara Barat menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, namun pemerintah di Teheran menegaskan program nuklir mereka untuk kepentingan damai.

Dampak ekonomi

"Sanksi terhadap Iran hanya akan mendorong kenaikan harga minyak dunia dan melemahkan pemulihan ekonomi global."

Li Xiangang

Uni Eropa sementara itu telah melarang impor minyak mentah dari Iran, keputusan yang dikritik pemerintah Cina.

Cina sejak awal menolak mendukung sanksi terhadap Iran meski PM Wen Jiabao bulan lalu mengatakan pemerintah Cina tidak menyetujui upaya Iran mengembangkan senjata nuklir.

Iran adalah pemasok minyak terbesar ketiga untuk Cina.

Li Xiangang, pakar di Institut Cina untuk Kajian Internasional mengatakan pemerintah Cina akan bertindak setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengirim inspektur ke Iran.

"Cina menentang penggunaan energi nuklir untuk membuat senjata. Kami setuju kalau program nuklir untuk kepentingan damai," kata Li kepada kantor berita Reuters.

"Sanksi terhadap Iran hanya akan mendorong kenaikan harga minyak dunia dan melemahkan pemulihan ekonomi global," katanya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.