Aksi mogok di Sri Lanka menentang harga bahan bakar

Nelayan di Sri Langka Hak atas foto bbc
Image caption Para nelayan di Sri Langka mengatakan aksi protes akan berlangsung hingga Selasa.

Para nelayan di kawasan pantai Barat Sri Lanka ikut melakukan aksi protes dengan memblokade sejumlah jalan-jalan karena kenaikan pesat harga bahan bakar.

Ban-ban yang dibakar ditaruh di tengah jalan dan mereka juga mengejar para aparat keamanan yang terlihat.

Sebelumnya perusahaan bus dan truk swasta yang menggelar aksi mogok sehari penuh di Sri Lanka untuk memprotes kenaikan harga BBM tersebut.

Ribuan orang yang ingin berangkat kerja sempat terhalang karena bus yang tersedia tidak cukup berhubung hanya bus milik perusahaan negara saja yang beroperasi.

Namun operator bus sudah sepakat menghentikan aksi mogok setelah pemerintah mengizinkan kenaikan tarif bus sebesar 20%. Akan tetapi para nelayan menyatakan akan terus memblokade jalan-jalan hingga Selasa 14 Februari.

Mereka antara lain menuntut subsidi bahan bakar minyak.

Diesel naik sepertiga

Hak atas foto gosl
Image caption Pemerintah beberapa waktu lalu menempuh devaluasi mata uang Rupee.

Wartawan BBC di ibukota Kolombo, Charles Haviland, melaporkan kenaikan tajam harga BBM diumumkan pada hari Sabtu 11 Februari.

Harga diesel yang digunakan bus dan truk meningkat sampai 36% sementara minyak tanah -yang banyak digunakan oleh kaum miskin- naik 49%, sedangkan harga premium meningkat sembilan persen.

Pemerintah Sri Langka sebenarnya amat berhati-hati dalam meningkatkan harga bahan bakar karena akan mendorong kenaikan harga bahan pangan serta listrik.

Sebagian besar listrik di Sri Lanka masih mengandalkan sumber minyak fosil.

Namun tingginya harga minyak dunia dan devaluasi atas mata uang Rupee beberapa waktu lalu membuat kenaikan harga bahan bakar minyak tak bisa dihindarkan.

Kubu oposisi menuding kebijakan untuk menaikkan harga BBM tidak berpihak pada kaum miskin dan ditempuh hanya untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan Dana Moneter Internasional, IMF, dalam mencairkan bantuan ke negara tersebut.

Ada kekhawatiran di Kolombo bahwa sanksi Amerika Serikat atas Iran -yang rencananya dilaksanakan Juli 2012- akan membuat situasi lebih buruk karena 90% minyak mentah Sri Langka berasal dari Iran.

Berita terkait