Penyerang diplomat Israel dianggap orang terlatih

Serangan atas mobil diplomat Israel di Delhi Hak atas foto AP
Image caption Kepolisian India mencari seorang pengendara sepeda motor berjaket warna coklat.

Menteri Dalam Negeri India, Palaniappan Chidambaram, mengatakan orang yang amat terlatih yang melakukan serangan atas diplomat Israel di ibukota Delhi.

"Kami yakin penyerang merupakan orang yang amat terlatih dan sasarannya adalah istri diplomat Israel. Kami yakin itu sebagai serangan teroris."

Chidambaram menambahkan seorang pengendara sepeda motor, Senin (13/02) mendekat dari belakang dan menempelkan bahan peledak ke pintu belakang mobil diplomat tersebut.

Kepolisian India sudah memeriksa rekaman kamera pengawas namun belum ditemukan gambar yang jelas dari sepeda motor maupun pengendaranya.

Selain istri diplomat Israel, sopir dan dua pejalan kaki juga cedera akibat ledakan.

Chidambaram menegaskan India belum menunjuk kepada seseorang atau kelompok tertentu namun mengecam keras serangan itu.

Pejabat India jua sudah melakukan komunikasi dengan para pejabat Israel dan menjamin akan menemukan penyerangnya.

Masih dicari

Pada saat yang hampir bersamaan dengan serangan di Delhi, aparat keamanan di ibukota Georgia, Tbilisi, menemukan sebuah bom di bawah mobil diplomat Israel. Bom itu berhasil dilumpuhkan sebelum meledak.

Iran membantah keterlibatan dalam kedua serangan tersebut.

Kepolisian India sudah menyatakan sedang mencari seorang pria yang diduga sebagai penyerang di Delhi.

"Kami mencari seorang pengendara sepeda motor yang mengenakan jaket berwarna coklat dengan sepeda warna merah, yang menempelkan sebuah peralatan magnetik ke mobil kedutaan besar Israel ketika sedang berhenti di lampu merah Jalan Aurangzeb," kata Komisaris Polisi Delhi, BK Gupta.

Istri diplomat yang menjadi korban serangan, Tal Yehoshua Koren, ketika itu sedang dalam perjalanan untuk menjemput anaknya dari sekolah.

Kondisinya dilaporkan masih kritis walau sudah stabil akibat luka terkena pecahan dan diharapkan akan membaik dalam beberapa hari mendatang.

Hak atas foto pti
Image caption Serangan terjadi di dekat kamtor Kedutaan Besar Israel di Delhi yang dijaga ketat.

Serangan terjadi di dekat kantor Kedutaan Besar Israel yang dikawal ketat di pusat kota, tak jauh dari kediaman resmi Perdana Menteri India, Manmohan Singh.

Iran membantah

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, langsung menuduh Iran berada di belakang insiden Delhi dan Tbilisi.

"Iran berada di belakang serangan tersebut dan merupakan eksportir teror terbesar di dunia," tuturnya.

Dia juga menduga kelompok militan Islam, Hisbullah, terlibat.

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, membantah tuduhan Israel dan menyebutnya sebagai 'perang psikologis' atas Iran.

"Kami mengecam setiap tindakan teroris dan dunia tahu bahwa Iran merupakan korban terbesar dari terorisme," jelasnya seperti dikutip kantor berita IRNA.

Sebelumnya Iran menuduh Israel berada di belakang beberapa serangan atas ilmuwan nuklirnya.

Salah seorang ilmuwan Iran, Mostafa Ahmadi-Roshan, tewas bulan lalu ketika pengendara sepeda motor menempelkan bom di mobilnya, yang dianggap sebagai cara yang sering dilakukan oleh agen rahasia Israel, Mossad.

Berita terkait