Tanpa aksi PBB, kekerasan Suriah meningkat

Navi Pillay Hak atas foto na
Image caption Dewan HAM PBB berupaya melacak jumlah korban di Suriah, meski sulit dilakukan.

Kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil aksi terhadap Suriah menyebabkan kekerasan terhadap oposisi terus berlanjut, seperti disampaikan kepala Dewan HAM PBB.

Navi Pillay mengatakan tidak adanya kesepakatan PBB untuk menangani masalah Suriah menyebabkan Damaskus menggunakan "kekuatan lebih" untuk mengatasi para pemrotes.

Aktivis mengatakan lebih dari 400 orang tewas sejak pasukan keamanan mulai melancarkan serangan terhadap wilayah oposisi di Kota Homs, bulan ini.

Sebelumnya, Liga Arab meminta untuk pembentukan pasukan perdamaian gabungan Arab-PBB.

Pillay mengatakan, Komisioner Tinggi HAM PBB, merujuk pada keputusan Rusia dan Cina awal bulan ini yang memveto resolusi PBB yang meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur.

"Kegagalan Dewan Keamanan PBB untuk menyepakati aksi bersama mengakibatkan pemerintah Suriah untuk berencana melakukan serangan dalam upaya menghancurkan perlawanan dengan pasukan besar," kata Pillay kepada delegasi PBB di New York.

"Saya sangat terkejut dengan kekerasan yang terjadi di Homs."

Dia menambahkan bahwa situasi kemanusiaan di Homs sangat menyedihkan.

Pillay mengatakan Dewan HAM PBB telah berupaya untuk melacak jumlah korban di Suriah, meskipun dalam dua bulan terakhir ini usaha itu "hampir tidak mungkin" dilakukan.

Bagaimanapun dia mengatakan:" Kami memastikan bahwa jumlah korban tewas dan terluka meningkat setiap hari."

Kelompok HAM mengatakan lebih dari 7.000 orang tewas akibat kekerasan yang terjadi di Suriah sejak Maret lalu.

Data resmi pemerintah menyebutkan setidaknya 2.000 orang personil pasukan keamanan tewas dalam memberantas "kelompok bersenjata dan teroris".

Pasukan perdamaian

Hak atas foto Reuters
Image caption Aksi kekerasan oleh pasukan pemerintah di Homs dilaporkan meningkat.

Bagaimanapun, Suriah menutup akses kepada media asing dan sulit untuk memverifikasi secara pasti jumlah korban.

Bashar Ja'afari, utusan tetap Suriah di PBB, menyebutkan komentar Pillay itu negatif dan buruk dan bersikeras bahwa pemerintah Assad sedang berperang dengan kelompok bersenjata yang ingin menganggu kestabilan negara.

Dia menambahkan ini bukan demonstrasi damai - ini adalah kekerasan.

Tetapi Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga menuduh Suriah meningkatkan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

"Ini menyedihkan bahwa rezim telah meningkatkan kekerasan di sejumlah kota di negara itu, termasuk menggunakan senjata berat dan tank untuk menembak penduduk sipil yang tidak bersalah. Kami berdiri bersama masyarakat Suriah dan kami mencari sebuah resolusi damai," kata dia dalam keterangan pers.

Sebelumnya, Uni Eropa mendukung rencana Liga Arab untuk menerjunkan pasukan perdamaian ke Suriah, tetapi Rusia mengatakan kekerasan harus dihentikan terlebih dulu.

Berita terkait