Pelaku bom celana dalam dipenjara seumur hidup

Terbaru  17 Februari 2012 - 08:30 WIB
Abdulmutallab

Abdulmutallab dinyatakan bersalah dalam delapan dakwaan termasuk tindakan terorisme.

Seorang pria Nigeria yang dituduh mencoba mengebom sebuah penerbangan AS di Hari Natal 2009 dihukum penjara seumur hidup.

Umar Farouk Abdulmutallab, 25, dinyatakan bersalah karena mencoba meledakkan sebuah pesawat komersial dalam sebuah misi bom bunuh diri al-Qaeda.

Abdulmutallab gagal meledakkan secara penuh bom yang dijahit di dalam pakaian dalamnya. Bom itu hanya menyebabkan dirinya terbakar parah.

Upaya pemboman dilakukan dalam penerbangan rute Amsterdam ke Detroit yang berisi 300 penumpang.

Sejumlah penumpang dalam penerbangan dilaporkan ikut menghadiri persidangan saat Hakim federal Nancy Edmunds menjatuhkan vonis.

"Ini adalah tindakan terorisme yang tidak bisa diingkari,'' kata Hakim Edmund, saat dia memberikan hukuman penjara maksimum.

Hakim Edmunds juga menambah hukuman dengan tidak memberikan Abdulmutallab pembebasan bersyarat. Atas vonis tersebut, keluarga Abdulmutallab menyatakan banding.

Anak lelaki seorang bankir Nigeria dan mantan mahasiswa teknik mesin di Universitas College London tersebut menghadapi empat dakwaan, termasuk terorisme dan upaya pembunuhan.

Al-Qaeda di Semenanjung Arab, AQAP, sebuah kelompok militan di Yaman, disebut-sebut bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Abdulmutallab sendiri dalam persidangan memberikan sebuah pernyataan singkat. Dia sebelumnya juga telah memecat kuasa hukumnya dan mencoba untuk membela dirinya sendiri.

"Mujahidin sangat bangga untuk membunuh atas nama Tuhan,'' katanya di pengadilan. ''Dan itu adalah sesuai dengan apa yang Tuhan minta kepada kami di Quran... Hari ini adalah hari kemenangan''.

"Bom itu adalah sebuah senjata yang diberkati untuk menyelamatkan Muslim yang tak berdosa,'' katanya.

"AS harus diperingatkan bahwa jika mereka melanjutkan untuk membunuh dan mendukung semua pihak yang membunuh Muslim yang tak berdosa, maka AS harus menunggu sebuah bencana besar... atau Tuhan akan menyerang mereka langsung,'' tambahnya.

Gagal meledak

"Mujahidin sangat bangga untuk membunuh atas nama Tuhan"

Abdulmutallab

Penyelidik mengatakan Abdulmutallab mengakui bahwa di bekerja untuk AQAP, dan terinspirasi oleh dan telah bertemu dengan Anwar al-Awlaki, seorang ulama radikal yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Yaman, 2011 silam.

Abdulmutallab menerima bom, sekaligus dilatih untuk merakitnya dari AQAP sebelum bepergian dari Nigeria ke Amsterdam.

Dari Amsterdam dia ikut dalam penerbangan Northwest 253 ke Detroit, yang membawa 279 penumpang dan 11 awak pesawat.

Bom yang dia pasang di celana dalam berhasil melewati pemeriksaan keamanan bandara di Lagos dan Amsterdam.

Bom tersebut gagal berfungsi saat dia coba meledakkannya di dalam pesawat dan justru membakar dirinya sendiri dan para penumpang harus mematikan api yang menyala.

Abdulmuttalab sebenarnya telah masuk dalam daftar pengawasan AS tetapi tidak masuk dalam daftar larangan terbang.

Ayah Abdulmutallab, Alhaji Umaru Mutallab, seorang bankir berpengaruh yang memiliki koneksi kuat dengan politisi Nigeria mengatakan bahwa dia telah melakukan pendekatan ke pejabat kedutaan AS pada tahun 2009 untuk memperingatkan mereka tentang anaknya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.