Thailand upayakan ekstradisi warga Iran dari Malaysia

Terbaru  16 Februari 2012 - 16:29 WIB
Seorang tersangka pemboman di Thailand yang berhasil ditangkap.

Seorang tersangka pemboman warga Iran yang berhasil ditangkap di Bangkok.

Thailand sedang mengupayakan eksradisi warga Iran yang terlibat dalam serangan bom di Thailand dan ditangkap di Malaysia.

Kepolisian Malaysia melaporkan Rabu (15/02) bahwa seorang warga Iran yang tidak disebutkan namanya ditangkap dan ditahan di Kuala Lumpur.

Dia merupakan salah seorang tersangka dalam serangan bom yang mengguncang ibukota Thailand, Bangkok, sehari sebelumnya.

Dua orang yang juga terlibat dalam serangan bom tersebut sudah berhasil ditangkap kepolisian Thailand dan seorang diantaranya kehilangan kedua kaki karena ledakan bom.

Kini Thailand mengharapkan ekstradisi dari Malaysia untuk tersangka ketiga, sementara tersangka keempat dilaporkan masih buron.

"Pengadilan sudah mengesahkan surat penangkapan sehingga kepolisian nasioanal akan merujuknya ke kantor Kejaksaan Agung untuk mengkoordinir ekstradisi tersebut," tutur juru bicara Kepolisian Thailand, Phrewphan Damapong, seperti dikutip kantor berita AFP.

Kepolisian menduga para warga Iran tersebut bertujuan menyerang diplomat Israel di Thailand.

Keamanan ditingkatkan

"Pengadilan sudah mensahkan surat penangkapan sehingga kepolisian nasioanal akan merujuknya ke kantor Kejaksaan Agung untuk mengkoordinasi ekstradisi tersebut."

Phrewphan Damapong

Keamanan ditingkatkan di Bangkok dan beberapa kawasan wisata seperti Phuket and Koh Samui menyusul serangan pada Selasa 14 Februari.

Beberapa negara -antara lain Inggris dan Amerika Serikat- sudah mengeluarkan peringatan untuk berhati-hati kepada warganya yang berada di Thailand.

Awal pekan ini, terjadi serangan atas istri seorang diplomat Israel di Delhi, India, yang melukai empat orang. Sementara di Tbilisi, Georgia, aparat keamanan berhasil menjinakkan bom yang diarahkan pada diplomat Israel.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut rangkaian serangan di Delhi, Tbilisi, dan Bangkok sebagai kegiatan terorisme Iran.

"Bangsa-bangsa dunia harus mengutuk insiden tersebut dan menarik garis melawan agresi Iran."

Iran membantah tegas tuduhan tersebut dan menuduh Israel berada di belakang beberapa serangan atas ilmuwan nuklirnya.

Salah seorang ilmuwan Iran, Mostafa Ahmadi-Roshan, tewas bulan lalu ketika pengendara sepeda motor menempelkan bom di mobilnya. Cara tesebut dianggap sering dilakukan oleh agen rahasia Israel, Mossad.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.