Bank Dunia akan menjalin hubungan dengan Burma

Terbaru  17 Februari 2012 - 17:53 WIB
Pendukung Aung San Suu Kyi di Burma

Reformasi politik di Burma sejauh ini mendapat sambutan baik dari dunia internasional.

Bank Dunia mengatakan akan kembali berhubungan dengan Burma untuk pertama dalam waktu 25 tahun belakangan untuk mendukung reformasi di negara itu.

"Kami sudah memulai proses untuk berhubungan kembali dengan pemerintah untuk mendukung reformasi yang akan menguntungkan semua warga Myanmar, termasuk yang miskin dan yang lemah," seperti disebutkan Wakil Direktur untuk Asia Pasific, Pamela Cox, dalam pernyataannya.

Bank Dunia membekukan operasi di Myanmar atau Burma pada tahun 1987 dan sebagai langkah awal dari rehabilitasi hubungan maka Bank Dunia akan menempuh kajian atas perekonomian Burma.

Bagaimanapun ditegaskan bahwa Bank Dunia tidak akan memberi dukungan keuangan kepada pemerintah Burma sebelum negara itu membayar utangnya ke lembaga-lembaga keuangan internasional.

Diperkirakan jumlah utang Burma selama beberapa dekade mencapai US$11 miliar sementara cadangan devisa negara itu sekitar US$7 miliar.

Reformasi politik

Di bawah pemerintah rezim militer Burma yang berkuasa selama hampir 25 tahun, dunia internasional menjatuhkan sanksi ekonomi dan militer ke negara tersebut.

"Kami sudah memulai proses untuk berhubungan kembali dengan pemerintah untuk mendukung reformasi yang akan menguntungkan semua warga Myanmar, termasuk yang miskin dan yang lemah."

Pamela Cox

Akibat isolasi internasional tersebut, Burma -yang merupakan salah satu negara yang tergolong kaya di Asia Tenggara pada awal abad 20- menjadi salah satu negara miskin dengan sebagian besar dari total 60 juta warganya masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Akhir 2010, Burma menggelar pemilihan umum pertama sejak tahun 1998 sebagai salah satu upaya menuju reformasi politik dan beberapa tahanan politik dibebaskan, termasuk pemimpin oposisi Aung San Suu-Kyi.

Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, pada November 2011 -yang disusul dengan Luar Negeri Inggris, William Hague, awal tahun ini- membuat jalan Burma ke luar dari isolasi internasional semakin terbuka.

Burma akan menggelar pemilihan sela untuk anggota parlemen pada tanggal 1 April, yang akan diikuti oleh Aung San Suu Kyi.

Laporan-laporan menyebutkan penyelenggaraan pemilihan sela itu akan menjadi titik tolak yang penting bagi Burma untuk bisa lebih diterima oleh komunitas internasional.

Sejumlah laporan menyebutkan Amerika Serikat akan mempertimbangkan untuk mencabut sanksi ekonomi jika pemilihan tersebut berlangsung jujur dan adil.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.