Menkeu Uni Eropa tentukan nasib Yunani

Terbaru  20 Februari 2012 - 10:54 WIB
Demo Yunani

Ribuan warga Yunani berunjuk rasa menentang rencana penghematan pemerintah.

Para menteri keuangan negara-negara pengguna mata uang euro akan segera bertemu untuk menentukan apakah Yunani sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan bantuan dana talangan.

Athena membutuhkan bantuan US$170 miliar untuk menghindari kebangkrutan pada pertengahan Maret mendatang saat pemerintah harus membayar utang-utang negara yang sangat besar.

Untuk memastikan rencana penyelamatan ini, Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos sudah bertolak ke Brussels, Belgia.

Sedangkan Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner mengatakan pemerintahnya mendorong IMF agar mendukung dana talangan untuk Yunani.

Namun, sejauh ini belum diketahui seberapa besar IMF akan memberikan kontribusinya.

Selain memberikan dana talangan, rencana penyelamatan Yunani juga akan menghapus utang Yunani sebesar 100 miliar euro dan pihak swasta pemberi utang sudah sepakat untuk mengurangi utang Yunani hingga 70%.

Krisis ekonomi selama lima tahun berturut-turut membuat Yunani tenggelam dalam utang sebesar 160% dari pendapatan domestik bruto (GDP).

Keraguan zona euro

Para pemimpin negara-negara zona euro dan IMF pada Oktober lalu mengatakan Yunani harus mampu mengurangi persentase utangnya ke level rasional yaitu 120% dari GDP pada 2020.

Sejumlah langkah penghematan disarankan Uni Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa. Namun sejauh ini langkah-langkah penghematan itu tak kunjung memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan malah memicu bentrokan antara warga dan polisi.

Langkah penghematan yang disejutui Parlemen Yunani pekan lalu menyepakati pemotongan gaji pegawai, uang pensiun, layanan kesehatan dan anggaran pertahanan hingga 3,3 miliar euro.

Kebijakan ini malah memicu aksi unjuk rasa ribuan warga Yunani di Athena, Minggu (19/2) menentang rencana penghematan terbaru itu.

Sejumlah menteri keuangan negara zona euro meragukan Athena akan memenuhi komitmennya mengurangi pengeluaran dan menginginkan mekanisme lebih kuat untuk memastikan utang-utang Yunani bisa dibayar.

Editor BBC Eropa Gavin Hewitt melaporkan sejauh ini belum jelas apakah negara-negara zona euro akan mempertahankan komitmen mereka.

Dia menambahkan muncul keraguan bahwa meski dana talangan dikucurkan mereka tidak yakin Yunani akan mamu menurunkan level utangnya ke level yang lebih bisa ditolerir.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.