Demo pembakaran Quran telan empat korban jiwa

Demo menentang pembakaran Quran Hak atas foto Getty
Image caption Unjuk rasa mengungkapkan kemarahan atas pembakaran Quran terjadi di sejumlah tempat.

Paling tidak empat orang meninggal dan 20 lainnya terluka di Afgahnistan dalam unjuk rasa hari kedua menentang pembakaran Quran.

Satu orang meninggal di Kabul, satu di kota Jalalabad dan dua di Provinsi Parwan.

Para pejabat Amerika Serikat sudah meminta maaf hari Selasa (21/02) setelah kitab suci Quran yang secara "tidak sengaja" dimasukkan ke tempat pembakaran di pangkalan Bagram.

Para pejabat di Bagram dilaporkan menduga tahanan Taliban menggunakan kitab suci itu untuk menyampaikan pesan kepada satu sama lain.

Quran yang terbakar ditemukan oleh para petugas setempat.

Para pengunjuk rasa di Kabul meneriakkan, "Mati Amerika" dan melemparkan batu ke arah kam Phoenix, pangkalan utama di kota itu.

'Permintaan maaf tidak cukup'

Sejumlah unjuk rasa terjadi di propinsi Nangarhar dan paling tidak dua di kota Jalalabad.

Demo pertama terjadi universitas. Para mahasiswa marah dan meneriakkan slogan anti Amerika.

Para saksi mata mengatakan pengawal keamanan melepaskan tembakan ke udara.

Sejumlah laporan juga menyebutkan massa meneriakkan slogan proTaliban.

Para pengunjuk rasa membakar patung Presiden Barack Obama di Jalalabad, dan wartawan BBC di Afghanistan, Babrak Miakhel, mengatakan tanki minyak dibakar.

Salah seorang pengunjuk rasa, Ajmal yang berusia 18 tahun, mengatakan kepada kantor berita Reuters, "Bila Amerika menghina kami sampai pada tahap seperti ini, kami akan bergabung dengan kelompok perlawanan."

Kedutaan Amerika Serikat di Kabul ditutup dan semua perjalanan dibatalkan.

"Setiap orang emosi," kata penduduk Kabul Mohammad Naseer Malikzai kepada BBC.

"Saya sakit hati dan kecewa. Saya membuat akun Facebook untuk masalah ini. Permintaan maaf Amerika tidak ada gunanya," kata Malikzai.

Berita terkait