Polisi Meksiko tangkap kepala LP karena kerusuhan

meksiko_penjara_petugas Hak atas foto reuters
Image caption Persoalan korupsi dan perkelahian antar geng meruapakan hal yang kerap terjadi pada penjara Meksiko.

Petugas keamanan Meksiko menangkap pimpinan dan puluhan petugas penjara Apodaca karena bekerjasama dengan anggota geng obat bius di wilayah Nuevo Leon.

Mereka dituduh terlibat dalam upaya pelarian massal anggota geng Zetas dan membantu aksi penyerangan terhadap anggota geng lawannya di penjara tersebut.

Akibat tindakan para direktur dan petugas penjara itu setidaknya 33 anggota geng Zetas berhasil melarikan diri dan menewaskan 44 orang anggota geng Gulf Cartel yang menjadi lawan mereka.

Petugas Penyelidik yang menangani kasus ini mengatakan mereka mempunyai bukti kuat bahwa para penjaga ini membantu rencana pembunuhan yang diotaki anggota geng Zeta.

Menurut petugas tersebut 44 tahanan yang merupakan anggota geng Gilf Cartel tewas ditikam, dipukuli dan dicekik oleh lawannya saat bentrokan tersebut terjadi.

Peristiwa terburuk

Peristiwa berdarah di penjara Apodaca, Monterey ini merupakan peristiwa terburuk yang pernah terjadi di Meksiko.

"Penyelidikan telah berhasil mengungkap partisipasi langsung para petugas dalam kerusuhan tersebut dan beberapa yang lainnya ikut membanrtu pelarian tahanan," kata Jaksa Penuntut dari Negara Bagian, Nuevo Leon, Adrian la Garza.

"Kita dapat menyimpulkan bahwa ini bukan hanya perkelahian antar anggota geng tapi merupakan pembunuhan yang langsung dikerjakan dengan serangan langsung terhadap tahanan lain yang sengaja disasar di penjara tersebut."

Petugas mengatakan mereka yang telah ditangkap dalam kasus ini adalah Direktur Penjara, Geronimo Martinez, Wakilnya Juan Hernandez dan Kepala Keamanan Penjara, Oscar Laureno.

Sementara penyelidikan masih berlangsung, petugas juga telah menahan 29 orang tersangka lainnya.

Kasus kekerasan antar geng dan korupsi merupakan persoalan yang kerap terjadi disejumlah penjara Meksiko.

Selain petugas keamanan, penyelidikan juga dilakukan oleh Komisi Hak Asasi Manusia negara itu, mereka mendesak agar pemerintah melakukan upaya lebih untuk mencegah kekerasan di sejumlah penjara.

Berita terkait