Dukungan dunia untuk Somalia

Terbaru  24 Februari 2012 - 09:25 WIB
somalia

Pertikaian bersenjata berkepanjangan membuat Somalia tidak memiliki pemerintahan yang sah.

Para pemimpin dunia berjanji untuk meningkatkan tindakan melawan pembajakan, terorisme dan instabilitas politik di Somalia.

Dalam konferensi di London, disepakati tujuh aksi rencana untuk bantuan kemanusiaan, dukungan untuk penjaga perdamaian Uni Afrika dan peningkatan kerjasama internasional.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan dunia harus tetap ''mengejar'' kelompok militan al-Shabab.

Selama dua dekade perang telah menghancurkan Somalia, menyebabkan tidak ada pemerintahan yang sah.

Pemerintah transisi saat ini hanya mampu mengontrol ibukota, Mogadishu. Militan al-Shabab, yang baru-baru ini bergabung dengan al-Qaeda mengontrol sebagian besar kawasan Somalia.

Saat ini terdapat 12.000 pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika di Somalia.

Clinton mengatakan tidak akan berdialog dengan al-Shabab, karena mereka bergabung dengan al-Qaeda sehingga menunjukkan ''tidak dalam pihak untuk berdamai''.

Bagaimanapun, dia mengatakan bahwa komunitas internasional siap untuk bertemu dengan pihak yang mau untuk menghentikan kekerasan dan ikut dalam proses perdamaian.

Otoritas Somalia sebelumnya mendesak adanya serangan udara terhadap al-Shabab, tetapi Clinton mengatakan tidak ada kasus untuk melakukan aksi tersebut.

Memori buruk

somalia

Presiden Somalia (kiri) meminta konferensi tidak menjadi omong kosong belaka.

Perdana Menteri Inggris David Cameron selaku pelaksana konferensi mengatakan, membuat sebuah pemerintahan inklusif adalah penting bagi masa depan Somalia, dan hal tersebut harus sejalan dengan aksi militer Uni Afrika.

"Orang muda yang angkat senjata untuk al-Shabab harus mampu melihat bahwa ada masa depan dalam sebuah Somalia yang stabil dan sejahtera yang bisa memberikan apa yang mereka mau, yaitu pekerjaan dan suara,'' katanya dalam keterangan pers.

"Jadi hubungan antara aksi militer untuk menekan Shabab, yang tengah dilakukan, dan proses politik, adalah dua sisi mata koin,'' kata Cameron.

Dalam komunike akhir, 55 negara dan organisasi berkumpul di London mengatakan akan melakukan :

  • Akan mendukung pengalihan kekuasaan dari pemerintah transisi ke pemerintahan inklusif pada Agustus mendatang.
  • Mendukung penjaga perdamaian Uni Afrika
  • Kordinasi yang lebih baik dalam bantuan kemanusiaan.
  • Mengubah fokus jangka panjang untuk memberantas pembajakan dengan memperluas perjanjian untuk membawa tersangka pembajak ke pengadilan di luar Somalia.

Di awal konferensi, Presiden Sheikh Sharif Ahmed, pemimpin pemerintah transisi mengatakan warga Somali menginginkan untuk menghapus ''memori buruk di masa lalu'', tetapi mengkhawatirkan bahwa konferensi ini hanya menjadi omong kosong belaka.

"Hari ini kami menginginkan keamanan. Kami takut,'' katanya.

"Kami ingin tahu apa yang bisa diperbuat oleh resolusi, semua harapan di masa lalu tidak pernah dilihat sebagai cahaya, dan tetap menjadi kata-kata diatas kertas''.

Perwakilan dari banyak faksi di Somalia datang ke konferensi London, tetapi sl-Shabab tidak diundang.

Kelompok militan menyatakan bahwa konferensi London sebagai upaya untuk mengkolonialisasi Somalia.

''Mereka ingin kami berada dibawah perwalian dan kami tidak akan mengijinkan hal itu. Atas kehendak Tuhan kami akan menghadapi dengan kekuatan penuh dan menghentikannya,'' kata juru bicara al-Shabab Ali Mohamud Rage.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.