Pertemuan puncak Tunisia desak gencatan senjata di Suriah

Terbaru  24 Februari 2012 - 19:06 WIB
Baba Amr

Kawasan Baba Amr di Homs menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran pemboman.

Menteri luar negri dari negara-negara Arab dan Barat akan menuntut dilakukannya gencatan senjata di Suriah dalam pertemuan di Tunisia.

Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Arab juga merencanakan menuntut Presiden Bashar-al Assad memastikan masuknya bantuan kemanusiaan dalam beberapa hari ini ke daerah yang paling parah terkena serangan.

Mereka akan membicarakan deklarasi tentang Suriah yang berisi tuntutan gencatan senjata segera dengan ancaman sanksi lebih lanjut bila seruan diabaikan.

Namun Rusia dan Cina -sekutu kunci Suriah yang memblok resolusi PBB terhadap Damaskus- tidak menghadiri pertemuan yang disebut konperensi "Friends of Syria" atau Teman Suriah.

Para aktivis mengatakan lebih dari 90 orang tewas di sejumlah tempat di Suriah Kamis (23/02).

Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan mereka belum menerima tanggapan dari pemerintah Suriah atas permintaan melakukan gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan.

"Kami menjadi semakin khawatir karena kebutuhan kemanusiaan di sana terus meningkat," kata juru bicara ICRC Hicham Hassam kepada kantor berita Reuters.

"Yang penting adalah usulan kami diterima dan langkah konkrit segera dilakukan," tambahnya.

Dukungan oposisi

"Kami menjadi semakin khawatir karena kebutuhan kemanusiaan di sana terus meningkat"

Hicham Hassam

Sekitar 70 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Turki, menghadiri konferensi di Tunisia yang diselenggarakan oleh Liga Arab.

Deklarasi yang dibicarakan ini dapat meningkatkan posisi kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC) dengan mengangkat organisasi ini sebagai perwakilan "sah" Suriah namun tidak didukung sepenuhnya.

Paling tidak satu kelompok oposisi, Komite Koordinasi untuk Perubahan Demokrasi (NCCDC), memboikot pertemuan dengan mengatakan konferensi menggambarkan "tren berbahaya ... karena seolah menunjukkan siapa yang mewakili rakyat Suriah dan hal ini membuka peluang operasi militer."

Wartawan BBC di Tunis, Jonathan Marcus, mengatakan konferensi ditujukan untuk mencari cara menghadapi taktik memblok yang dilakukan Rusia dan Cina di forum PBB.

Kedua negara ini telah lama menjadi sekutu penting Suriah dan menghadapi kritikan Barat dan negara-negara Arab karena memveto resolusi PBB yang ditujukan untuk mendukung rencana perdamaian Liga Arab untuk Suriah.

Cina mengatakan mereka ingin kekerasan berakhir namun menentang campur tangan internasional yang menurut Beijing sama saja dengan upaya mengganti rezim.

Menjelang konperensi, PBB dan Liga Arab menunjuk Kofi Annan sebagai utusan untuk Suriah.

Annan yang pernah menjabat sebagai sekretaris jendral PBB, belakangan juga diangkat sebagai utusan dalam sejumlah konflik.

Ia mengatakan akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk "mengakhiri kekerasan dan pelanggaran hak asasi serta membantu mencari penyelesaian damai atas krisis Suriah."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.