Tujuh lagi tewas dalam aksi kemarahan pembakaran Quran

Terbaru  25 Februari 2012 - 20:31 WIB
Unjuk rasa di Kunduz, Afghanistan.

Sedikitnya 20 orang tewas sejak unjuk rasa marak menentang pembakaran Quran di Afghanistan.

Gedung milik PBB di kota Kunduz, Afghanistan, dibakar Sabtu 25 Februari dalam aksi kemarahan atas pembakaran Quran oleh pasukan Amerika Serikat.

Sekitar 500 pengunjuk rasa dilaporkan menyerang polisi yang mengawal gedung PBB itu dengan lembaran batu, tongkat besi, dan benda-benda tajam lainnya.

Tembakan peringatan dari polisi tidak berhasil membubarkan pengunjuk rasa yang marah.

"Pengunjuk rasa juga membakar beberapa toko dan gedung pemerintah," tutur seorang saksi mata kepada BBC.

Empat orang dilaporkan tewas di Kunduz sedang tiga lainnya tewas dalam aksi serupa di kawasan Logan, Afghanistan Selatan.

Laporan-laporan menyebutkan unjuk rasa juga berlanjut di beberapa tempat lainnya, seperti Paktia, Nangarhar dan Sari Pul.

Belum meredakan kemarahan

Sejak unjuk rasa mengungkapkan kemarahan atas pembakaran Quran ini berlangsung lima hari lalu, sedikitnya 20 orang tewas, termasuk dua tentara Amerika Serikat.

"Pengunjuk rasa juga membakar beberapa toko dan gedung pemerintah."

Saksi mata

Permintaan maaf dari Presiden Barack Obama yang disampaikan pada Kamis 23 Februari tampaknya masih belum berhasil meredakan kemarahan warga Afghanistan.

Panglima NATO di Afghanistan, Jenderal John Allen, juga sudah meminta agar semua pihak tenang dan berjanji akan melakukan penyelidikan atas pihak yang bertanggung jawab.

Sebelumnya Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, yang meminta rakyatnya agar tidak menggunakan kekerasan sebagai reaksi atas pembakaran Quran.

Aparat tentara Amerika Serikat dilaporkan membakar Quran di pangkalan militer Amerika Serikat di Bagram, di luar ibukota Kabul.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.