Serangan bom di Yaman tewaskan 21 orang

Presiden Yaman, Abd Rabbu Mansour Hadi. Hak atas foto AFP
Image caption Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi merupakan satu-satunya calon dalam pemilihan.

Sedikitnya 21 orang tewas akibat sebuah bom mobil di Yaman selatan, beberapa jam setelah pelantikan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi.

Serangan terjadi di luar istana kepresidenan di Mukalla, Provinsi Hadramawt, Sabtu 25 Februari. Anggota pasukan pengamanan elit termasuk dalam korban yang tewas.

Seorang pejabat militer mengatakan kepada kantor berita AFP bahwaq ledakan disebabkan oleh seorang pembom bunuh diri yang mengendarai mobil barang terbuka.

Sebelum serangan tersebut, berlangsung pelantikan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi di ibukota Sanaa, sekitar 500 km dari tempat serangan.

Rangkaian kekerasan melanda Yaman belakangan ini dan pemilihan presiden yang digelar Selasa 21 Februari juga diwarnai kekerasan yang menyebabkan sembilan orang tewas di Yaman selatan.

Laporan-laporan yang belum dikukuhkan menyebutkan hari ini terjadi juga bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, di Yaman selatan.

Seorang aparat keamanan dilaporkan tewas dalam bentrokan tersebut.

Satu-satunya calon

Wakil Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi merupakan satu-satunya calon dalam pemilihan presiden setelah presiden Ali Abdullah Saleh -yang sudah berkuasa selama 30 tahun- bersedia mengundurkan diri.

Namun Presiden Saleh baru akan menyerahkan kekuasaan kepada Abd Rabbu Mansour Hadi pada Senin 27 Februari .

Presiden Saleh baru bersedia mengundurkan diri secara resmi jika sudah terpilih presiden baru dan dengan kondisi mendapatkan kekebalan dari tuntutan hukum.

Pengunduran diri itu dipicu oleh rangkaian unjuk rasa yang menentang pemerintahannya untuk menuntut reformasi politik.

Dalam pidato pelantikannya, Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi menegaskan tekad untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Yaman.

"Saya berdiri di sini dalam momen bersejarah. Saya memandang kepada warga Yaman dan mengucapkan terima kasih, Krisis mencapai setiap kota, kampung, dan rumah namun Yaman akan terus bergerak maju," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters.

Bagaimanapun presiden baru mengemban tugas yang berat karena sebagian kawasan Yaman sudah dikuasai oleh kelompok militan yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda.

Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, melaporkan masih ada lagi potensi konlik antara berbagai masyarakat suku di kawasan pedesaan sementara pendapatan dari minyak mulai menurun.

Berita terkait