Malaysia sediakan SMS untuk pesan PRT

Pembantu rumah tangga menjalani pelatihan
Image caption Kementerian Tenaga Kerja mengatakan sekitar 7.000 calon siap diberangkatkan ke Malaysia.

Persatuan Agen Pembantu Rumah Tangga Asing (PAPA) Malaysia membentuk nomor telepon khusus dan SMS untuk memesan pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Penjabat Presiden PAPA Jeffrey Foo mengatakan layanan khusus yang dibuka Selasa (28/02) ini sudah menjaring 600 telepon dan SMS dalam waktu tiga jam.

"SMS ditujukan untuk mendaftar majikan yang ingin mengambil pekerja domestik dari Indonesia. Setelah itu kita akan beritahu ke pemerintah Malaysia yang selanjutnya memberitahu pemerintah Indonesia," kata Jeffrey kepada BBC Indonesia.

"Responnya bagus sekali, dalam tiga jam sudah ada 600 orang mendaftar, dalam satu minggu, kemungkinan ada 10.000," tambah Jeffrey.

Indonesia dan Malaysia tahun lalu menyepakati pencabutan moratorium pengerahan pembantu rumah tangga asal Indonesia. Moratorium diterapkan tahun 2009 menyusul sejumlah kasus penyiksaan terhadap pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Kelompok pertama tenaga kerja yang akan dikerahkan ke Malaysia akan diberangkatkan bulan Maret, menurut humas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Suhartono.

Ribuan keluarga butuhkan PRT

Suhartono mengatakan sekitar 50.000 calon pembantu rumah tangga dilatih sejak Januari lalu.

Dan dari ribuan yang telah dilatih, Suharto mengatakan, "Permintaan dari Malaysia yang sudah disetujui baru 7.000-an, untuk posisi hari ini (Selasa 28 Feb)," kata Suhartono melalui pesan singkat telepon.

PAPA, yang berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja Malaysia, juga akan meneliti calon majikan.

"Majikan ini akan kami tentukan, bekerjasama dengan pemerintah Malaysia, termasuk apakah majikan sesuai dari segi kemampuan bayar gaji dan memberikan layanan yang bagus dan adil kepada mereka, kalau setuju, kami biarkan mereka ambil pekerja dari Indonesia," kata Jeffrey.

Layanan SMS yang disiapkan ini dilengkapi username dan password untuk para calon majikan.

PAPA sebelumnya memperkirakan sekitar 35.000 keluarga di Malaysia memerlukan pembantu rumah tangga.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Berita terkait