Korea Utara sepakat moratorium nuklir

Terbaru  29 Februari 2012 - 22:33 WIB
Bantuan pangan

Amerika menyatakan akan mengirimkan bantuan pangan sebagai imbalan moratorium nuklir.

Korea Utara sepakat untuk menghentikan pengayaan uranium, menurut pejabat Korea Utara dan Amerika Serikat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Victoria Nuland mengatakan Pyongyang sepakat melakuan moratorium terkait program nuklir dan juga menghentikan uji coba misil jarak jauh.

Ia menambahkan Korea Utara akan mengizinkan pengawas nuklir PBB memeriksa reaktor nuklir di Yongbyon guna memastikan reaktor memenuhi standar yang ditetapkan.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan menyepakati usulan paket bantuan pangan.

Media resmi Korea Utara memastikan kesepakatan itu dengan mengatakan Washington telah menjanjikan bantuan pangan sebanyak 240.000 ton dan kemungkinan akan bertambah lagi.

Pengumuman itu muncul menyusul pertemuan antara Amerika Serikat dan Korea Utara di Beijing pekan lalu.

Tak ada 'itikad buruk'

"Amerika Serikat masih sangat prihatin atas tindakan Korea Utara dalam berbagai bidang, namun pengumuman hari ini menunjukkan bahwa ada kemajuan penting dalam menangani masalah-masalah ini"

Victoria Nuland

Sejumlah laporan menyebutkan langkah itu dapat membuka jalan untuk menghidupkan kembali pertemuan enam pihak dengan Pyongyang terkait nuklir Korea Utara. Pertemuan terakhir mengalami jalan buntu tahun 2009.

Pengumuman ini keluar kurang dari dua bulan setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Il meninggal dunia dan menunjukkan bahwa Pyongyang memenuhi tuntutan Amerika sebelum pasok bantuan dikirim.

Sebelum kematian Kim Jong Il, Amerika dan Korea Utara hampir mencapai kesepakatan.

"Amerika Serikat masih sangat prihatin atas tindakan Korea Utara dalam berbagai bidang, namun pengumuman hari ini menunjukkan bahwa ada kemajuan penting dalam menangani masalah-masalah ini," kata Nuland.

Ia mengatakan Amerika Serikat memastikan bahwa Washington tidak memiliki itikad buruk terhadap Korea Utara dan bahwa negara itu "siap untuk mengambil langkah meningkatkan hubungan bilateral dengan semangat saling menghargai dan persamaan."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.