Netanyahu peringatkan waktu untuk Iran sudah habis

Terbaru  6 Maret 2012 - 18:06 WIB
Benjamin Netanyahu di Washington, 5 Maret 2012.

Di sebuah konferensi di Washington, Netanyahu memperingatkan waktu untuk Iran sudah habis.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memperingatkan bahwa waktu sudah habis untuk menghentikan program nuklir Iran.

Dalam konferensi Komite Urusan Amerika-Israel di Washington -yang dihadiri sekitar 13.000 orang- Netanyahu juga mengatakan tidak akan membiarkan rakyatnya hidup di bawah bayang-bayang kehancuran.

"Sayangnya, program nuklir Iran terus melangkah maju. Israel menunggu diplomasi bisa berguna, kami menunggu sanksi bisa berguna. Tidak satupun dari kita bisa menanti lebih lama."

"Sebagai perdana menteri Israel, saya tidak akan membiarkan rakyat saya hidup dalam bayang-bayang kehancuran," tambahnya.

Israel -dan sejumlah negara Barat- menuduh Iran sedang mengembangkan senjata nuklir dan spekulasi negara itu akan menyerang lebih dulu berkembang dalam beberapa waktu belakangan.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sudah mengatakan masih ada waktu untuk diplomasi namun semua pilihan tetap terbuka.

"Sebagai perdana menteri Israel, saya tidak akan membiarkan rakyat saya hidup dalam bayang-bayang kehancuran."

Benjamin Netanyahu

Pemerintah Teheran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Jalan diplomatik

Menurut Netanyahu semua pilihan akan dipertimbangkan, namun membiarkan Iran mengembangkan nuklir di bawah pengawasan -yang sering disebut dengan istilah containment- bukan sebagai sebuah pilihan.

"Negara Yahudi tidak akan membiarkan mereka yang ingin menghancurkan kami bisa mencapai tujuan itu. Iran dengan senjata nuklir harus dihentikan," tegasnya.

Sebelumnya, usai pertemuan di Gedung Putih Senin 5 Maret, Presiden Obama menegaskan kembali hubungan antara Amerika Serikat dan Israel yang tidak bisa diputuskan.

Namun Obama mengungkapkan keyakinan bahwa masih tetap ada jendela untuk penyelesaian diplomatik atas Iran dengan menambahkan Washington akan mempertimbangkan semua pilihan.

"Saya mengetahui bahwa baik perdana menteri dan saya sendiri menginginkan penyelesaian secara diplomatik. Kami memahami biaya dari setiap aksi militer."

Obama menambahkan Iran sudah terisolasi dan ada peluang untuk keberhasilan diplomasi, dengan dukungan tekanan internasional.

"Pemimpin Iran seharusnye mengetahui bahwa saya tidak memiliki kebijaksanaan containment, saya memiliki kebijaksanaan mencegah Iran untuk mendapat senjata nuklir."

Beberapa jam sebelum pertemuan Obama dan Netanyahu tersebut, Ketua IAEA, Yukiya Amano, mengulang kembali pernyataan bahwa badan yang dipimpinnya 'prihatin secara serius' bahwa Irang secara diam-diam sedang mengembangkan senjata nuklir.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.