Sarkozy : terlalu banyak imigran di Prancis

Nicolas Sarkozy Hak atas foto BBC World Service
Image caption Nicolas Sarkozy mengeluarkan kebijakan kontroversial terhadap pengungsi.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy telah mengatakan terlalu banyak orang asing di negaranya dan sistem untuk mengintegrasikan mereka "bekerja lebih dan lebih buruk".

Dalam sebuah debat televisi, Sarkozy mempertahankan rencananya untuk mengurangi setengah jumlah pendatang baru jika dia kembali terpilih kembali bulan depan.

Presiden Prancis mengatakan ketika para imigran memberikan keuntungan bagi Prancis, butuh pengawasan yang ketat dan aturan yang kuat bagi penduduk.

Sarkozy, yang berayahkan seorang imigran Hungaria, juga mengatakan dia ingin melarang pembayaran keuntungan kepada para imigran yang telah berada di negara itu selama 10 tahun.

Sarkozy seringkali membuat pernyataan yang kontroversial berkaitan dengan masalah ras dan imigrasi, sehingga menyebabkan perbedaan pendapat di Prancis.

Pada 2005 lalu, sebelum kerusuhan Prancis, dia menggambarkan penjahat muda di pinggiran Paris sebagai "racaille", artinya rakyat jelata.

Aturan baru

Sebagai presiden, dia telah mendesak pembuatan aturan imigrasi yang baru, termasuk pendeportasian masyarakat gipsi Roma yang kontroversial.

Selasa (6/3) lalu, Perdana Menteri Prancis, Francois Fillon mengeluarkan pernyataan tentang penyembelihan hewan secara agama sudah ketinggalan jaman, sehingga menimbulkan kekhawatiran dikalangan Muslim dan Yahudi.

Kontroversi itu mulai terjadi ketika sebuah tayangan dokumenter TV menyebutkan seluruh Rumah Pemotongan Hewan di wilayah Prancis hanya memproduksi daging halal.

Sejauh ini kampanye pemilu kelihatannya hanya memiliki sedikit dampak kepada para pemilih.

Dalam jajak pendapat, Sarkozy bersaing ketat dengan kandidat Sosialis Francois Hollande.

Dia juga bersaing dengan kelompok kanan-jauh Partai Front Nasional yang dipimpin oleh Marine le Pen, untuk mendapatkan suara para pemilih konservatif.

Jajak pendapat yang baru dipublikasikan pada Selasa (6/3) oleh CSA menunjukan bahwa pemimpin Sosialis Francois Hollande lebih banyak mendapatkan dukungan dari Presiden Sarkozy.

Hasil itu juga menunjukan bahwa pemimpin Sosialis akan menang, dengan perolehan 54% sampai 46% dalam putaran kedua pemilu 6 Mei mendatang.

Berita terkait