Jet Israel kembali serang Jalur Gaza

Serangan Israel Hak atas foto AFP
Image caption Petugas kesehatan di Gaza membantu membawa korban luka akibat serangan udara Israel.

Pesawat-pesawat tempur Israel kembali menyerang Jalur Gaza selama dua hari berturut-turut dan menciptakan kekerasan terburuk selama satu tahun terakhir.

Sumber-sumber di Palestina mengatakan sedikitnya 15 orang anggota milisi tewas dan 26 orang lainnya terluka dalam pertempuran selama dua hari terakhir.

Pertempuran terbaru ini dimulai ketika jet-jet Israel menembak sebuah mobil di Gaza City dan menewaskan Sekretaris Jenderal Komite Perlawanan Populer (PRC) Zohair al-Qaisy dan dua rekannya.

Akibat serangan ini, militan Palestina kemudia melakukan pembalasan dengan menghujani wilayah selatan Israel dengan roket.

Pemerintah Israel mengatakan serangan itu melukai setidaknya empat orang meski roket-roket Israel berhasil menangkal 28 roket Palestina yang diarahkan ke kawasan berpenduduk padat.

Israel mengatakan sedikitnya 100 roket sudah ditembakkan Palestina sejak baku tembak berlangsung.

Angkatan Bersenjata Israel mengatakan serangan udara merupakan reaksi langsung atas serangan roket Palestina ke wilayah selatan Israel.

Eskalasi berbahaya

Image caption Israel menyebut serangan udara sebagai balasan tembakan roket Palestina.

Meningkatnya aksi kekerasan ini memperingatkan kekuatan dunia untuk segera membawa Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Victoria Nuland mengatakan pemerintahnya mengutuk serangan roket dari Gaza dan menyebut serangan itu memberi dampak dramatis meningkatkan eskalasi berbahaya.

"Kami menyerukan kepada mereka yang bertanggung jawab atas serangan ini menghentikan aksi pengecut itu," kata Nuland.

Sementara itu Liga Arab mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebut serangan udara Israel tak ubahnya sebagai sebuah pembantaian.

Liga Arab meminta dunia internasional bersikap tegas melawan negeri Yahudi tersebut.

Sedangkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan UE dengan prihatin memperhatikan eskalasi kekerasan di Gaza dan Israel selatan.

"Sangat penting untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan mendesak kedua pihak untuk bersikap tenang," kata Ashton.

Dari New York, juru bicara PBB Richard Miron menyebut situasi di Gaza sebagai sangat rapuh dan tak menentu.

"Kami menemukan fakta bahwa sekali lagi rakyat sipil yang harus menderita," ujar Miron.

Berita terkait