Ledakan di terminal bus Kenya, 4 tewas

Terbaru  11 Maret 2012 - 10:25 WIB
Bom Kenya

Seorang polisi berdiri di dekat jenazah salah satu korban tewas di Terminal Nairobi.

Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka ketika sebuah serangan granat terjadi di terminal bus ibukota Kenya, Nairobi, Sabtu (10/3) malam waktu setempat.

Sejumlah saksi mata mengatakan tiga buah granat dilemparkan dari sebuah kendaraan bermotor yang melintasi terminal di pusat kota Nairobi itu.

Sejauh ini aparat kepolisian masih menyelidiki insiden berdarah itu, namun polisi menuding kelompok militan Islam Somalia Al-Shabab berada di balik serangan itu.

"Ini adalah sebuah tindakan pengecut yang dilakukan Al-Shabab. Namun kami tidak akan mundur. Kami akan mengejar mereka dan melanjutkan perang," kata juru bicara kepolisian Kenya, Charles Owino kepada AFP.

Serangan granat itu, seperti dilaporkan Reuters, api berkobar di sebuah lubang kecil di terminal bus dan warga membantu korban luka untuk dinaikkan ke atas ambulans.

"Saya bisa selamat karena saya berada di dalam sebuah bus yang tengah menaikkan penumpang," kata Charles Njenga, seorang saksi mata.

Rangkaian serangan

"Ini adalah sebuah tindakan pengecut yang dilakukan Al-Shabab. Namun kami tidak akan mundur. Kami akan mengejar mereka dan melanjutkan perang."

Charles Owino

Belakangan ini terjadi serangkaian serangan bersenjata dan serangan bom terhadap Kenya sejak militer negara itu melintasi perbatasannya dengan Somalia.

Pekan depan pasukan Kenya memerangi kelompok militan Al-Shabab akan mendapat bantuan pasukan perdamaian Uni Afrika yang kini bertugas di negeri yang dikungkung perang itu.

Al-Shabab beberapa kali mengancam akan menyerang wilayah Kenya.

Dan beberapa waktu belakangan, polisi Kenya menangkap beberapa orang yang diduga merencanakan serangan bom terhadap sebuah hotel di pantai Kenya.

Insiden serupa terjadi Oktober lalu ketika sebuah granat dilemparkan ke sebuah bar dan sebuah stasiun bus yang menewaskan satu orang.

Serangan Oktober itu terjadi hanya beberapa hari setelah militer Kenya melintasi perbatasan Somalia untuk memerangi Al-Shabab.

Hingga berita ini diturunkan belum ada satu kelompokpun yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden berdarah itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.