Prajurit AS bunuh warga Afghanistan

Terbaru  11 Maret 2012 - 14:45 WIB
Prajurit AS

Sentimen anti-Amerika tengah meningkat di Afghanistan terkait insiden pembakaran Al Quran.

Seorang prajurit Amerika Serikat dilaporkan membunuh sejumlah warga sipil Afghanistan tak lama setelah prajurit itu meninggalkan markasnya di Kandahar.

Para kepala suku setempat mengatakan di antara korban tewas di Distrik Panjwai itu terdapat perempuan dan anak-anak.

Wartawan BBC di Kabul Quentin Sommervile melaporkan prajurit yang kini sudah menyerah kepada otorita AS itu diduga mengalami gangguan mental.

Gubernur Kandahar, Tooryalai Weesa, memastikan telah jatuh korban akibat insiden itu namun belum diketahui jumlah korban tewas dan luka secara pasti.

Investigasi

Sementara itu Pasukan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO menyatakan tengah melakukan investigasi insiden itu bersama dengan aparat keamanan Afghanistan.

"Ini adalah sebuah insiden yang sangat disesalkan dan kami menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban," kata ISAF dalam pernyataan resminya.

Wartawan BBC melaporkan prajurit tersangka penembakan menyatakan prajurit itu menderita gangguan mental sebelum meninggalkan markasnya dan menembaki warga.

Insiden ini muncul di tengah-tengah meningkatnya sentimen anti-Amerika menyusul insiden pembakaran Al-Quran yang dilakukan militer AS bulan lalu.

Para pejabat AS telah meminta maaf namun insiden itu telah memicu serangkaian unjuk rasa dan serangan bersenjata yang menewaskan sedikitnya 30 orang dan enam prajurit AS.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.