Dua militan Palestina tewas akibat serangan Israel

Terbaru  12 Maret 2012 - 16:50 WIB
Gedung yang rusak di Gaza akibat serangan udara Israel.

Sejak serangan udara Israel pada hari Jumat, sudah 20 warga Palestina yang tewas.

Serangan udara Israel menewaskan dua militan Palestina dan melukai 25 lainnya dalam kekerasan lintas batas yang sudah memasuki hari keempat.

Sejak kekerasan marak Jumat pekan lalu, sudah 20 warga Palestina tewas.

Israel mengatakan sedikitnya sudah 140 roket ditembakkan ke Israel dari Gaza dan dua tentara Israel menderita cedera serius.

Seorang juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, menyebutkan sejak Senin subuh sebanyak 11 roket ditembakkan dari Gaza.

Ditambahkan bahwa militer Israel melakukan enam serangan udara dengan sasaran 'fasilitas penyimpanan senjata' dan tempat peluncuran roket di Gaza selatan maupun utara.

Sekolah-sekolah di Israel selatan masih ditutup selama dua hari berturut-turut.

Kelompok militan Palestina, Jihad Islam, sudah mengukuhkan dua anggotanya tewas dalam serangan sepanjang Minggu malam.

Sumber-sumber rumah sakit di Gaza mengatakan sekitar 25 orang, termasuk anak-anak, terluka ketika salah satu roket menghantam sebuah rumah.

Sebagian dicegah

"Amat penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan saya mendesak semua pihak untuk menciptakan ketenangan."

Catherine Ashton

Amerika Serikat mengecam serangan roket dari Gaza sebagai 'tindakan pengecut' sementara Liga Arab mengatakan serangan udara Israel sebagai 'aksi pembunuhan massal'.

PBB dan Uni Eropa mengungkapkan keprihatinan atas kekerasan tersebut dan meminta semua pihak untuk tentang.

"Amat penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan saya mendesak semua pihak untuk menciptakan ketenangan," tutur Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.

Sementara itu juru bicara PBB, Richard Miron, khawatir dengan situasi di Gaza yang menurutnya amat rapuh.

"Kita menyesalkan fakta bahwa penduduk sipil yang kembali membayar harganya," tuturnya.

Rangkaian kekerasan terbaru ini berawal Jumat (09/03) ketika serangan udara Israel dengan sasaran sebuah mobil di Gaza menewaskan salah seorang komandan militan, Zohair al-Qaisi dan dua asistennya.

Serangan Israel

Serangan udara Israel, Jumat 9 Maret, menewaskan Zohair a-Qaisi.

Zohair al-Qaisi merupakan Sekretaris Jenderal Komite Perlawanan Rakyat, PRC, dan Israel menuduhnya sebagai perencana serangan besar atas Israel.

Perintah Netanyahu

Militan Palestina di Gaza langsung membalasnya dengan serangan roket yang diarahkan ke kawasan pemukiman di Israel selatan.

Namun Israel dilaporkan berhasil mencegah sejumlah serangan dengan menggunakan Iron Dome atau sistem penghalang rudal.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Minggu 11 Maret memperingatkan bahwa operasi akan terus berlangsung selama dibutuhkan dengan menegaskan dia memberi perintah atas mereka yang merencanakan serangan.

Jihad Islam dan PRC sudah mengaku bertanggung jawab atas serangan roket sepanjang akhir pekan.

Pemimpin kelompok Hamas, Ismail Haniyeh, mengatakan Mesir saat ini sedang berupaya untuk mengakhiri rangkaian kekerasan terbaru ini.

Peningkatan kekerasan menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Barat yang berupaya untuk menghidupkan kembali perundingan damai Palestina-Israel.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.