Korut tolak laporan utusan HAM PBB

Terbaru  13 Maret 2012 - 14:43 WIB
Pengungsi Korea

Protes di depan kedubes Cina di Korsel, menuntut pembebasan pengungsi Korut di Cina.

Utusan Korea Utara di PBB menolak sebuah laporan yang mengkritik pelaksanaan HAM di negara itu.

Pyongyang mengatakan laporan yang disusun utusan khusus HAM Marzuki Darusman merupakan "karangan yang bersandarkan pada permusuhan".

Setelah perwakilan Korea Utara So Se-pyong meninggalkan tempat pertemuan yang dihadiri 500 orang delegasi, pertikaian pun terjadi.

Seorang laki-laki ditahan dan kemudian dibebaskan oleh petugas keamanan.

Laporan itu mengatakan kondisi HAM di Korea Utara "berlanjut memburuk" dari September 2011 sampai 2012.

Perwakilan Korea Utara mengatakan Pyongyang ''sama sekali menolak interpretasi yang tidak berguna ini" dan dilaporkan meminta kepada dewan untuk tidak memperbaharui mandat utusan khusus itu, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Sebuah "kelompok pengacara Korea Selatan" mempengaruhi Marzuki, seperti disampaikan kantor berita Yonhap, dan "sebuah perkelahian fisik singkat sempat terjadi diantara kedua pihak" ketika diplomat Korut akan meninggalkan ruang pertemuan.

Kantor berita Korea Selatan juga mengatakan bahwa delegasi Seoul berteriak," Jangan menindas orang yang menyeberang," dan "Jangan meminta Cina untuk mengembalikan (mereka)".

Hukuman mati

Koresponden BBC di Seoul, Lucy Williamson melaporkan upaya Korea Utara untuk memulangkan kembali orang-orang yang pergi dari negaranya menimbulkan ketegangan politik dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah protes terjadi di Korea Selatan berkaitan dengan nasib 30 orang Korut yang berada di Cina, dan dilaporkan menghadapi deportasi dan reaksi keras di negara asalnya.

Bulan lalu, parlemen Korea Selatan menyetujui sebuah resolusi yang meminta Cina mengembalikan pengungsi dan mendesak PBB dan lembaga internasional untuk menekan Beijing untuk mematuhi hukum internasional.

Laporan dari dalam negeri Korea Utara menyebutkan pemimpin negara itu, Kim Jong-un telah menerbitkan dekrit untuk memberantas warga negara yang mencoba melarikan diri.

Kelompok aktvis dan HAM mengatakan hukuman yang berat di penjara atau hukuman mati akan diberlakukan bukan hanya bagi para pengungsi, tetapi juga tiga generasi di keluarga mereka.

Diperkirakan lebih dari 2.000 orang Korea Utara mengungsi ke Selatan sejak tahun 1950-an, dan mayoritas melarikan diri melalui Cina.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.