PM Cina: reformasi politik harus segera

Terbaru  14 Maret 2012 - 16:44 WIB
Wen Jiabao

Wen Jiabao: Kecenderungan menuju demokrasi tidak bisa ditahan

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mengatakan Cina memerlukan reformasi politik lebih jauh lagi untuk melindungi pencapaian perekonomian negara itu.

Secara khusus ia menyebut sistem kepemimpinan partai dan negara perlu diubah. Menurutnya, tanpa reformasi Cina berisiko mengalami peristiwa semacam tragedi revolusi kebudayaan tahun 1960-an.

Wen Jiabao menyampaikan hal ini dalam konferensi pers dengan wartawan asing dan dalam negeri usai penutupan Kongres Rakyat Cina hari ini (14/3) di Beijing.

Ia juga meminta maaf kepada rakyat Cina karena berbagai persoalan yang muncul di masa sepuluh tahun kepemimpinannya.

Sebagai pemimpin tertinggi ia merasa harus bertanggung jawab.

''Masih ada ruang untuk perbaikan dalam menjalankan tugas ini,'' kata Wen Jiabao.

Menurut Wen Jiabao, reformasi yang dimaksud harus bertahap dan tertata.

Demokrasi

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang sikapnya terhadap pergolakan di Timur Tengah, ia menjawab bahwa keinginan untuk merengkuh demokrasi ''harus dihormati dan ditanggapi.''

''Menurut saya kecenderungan menuju demokrasi tidak bisa ditahan oleh kekuatan apapun juga,'' katanya.

Tetapi ia menolak cara pengorbanan seperti membakar diri di Tibet yang disebutnya ekstrem.

Sejumlah orang termasuk biarawan, terutama di Tibet barat daya, membakar diri sebagai protes atas pendudukan Cina. Diperkirakan sejauh ini ada 19 orang yang melakukan hal tersebut.

Mundur

Tahun ini merupakan tahun terakhir kepemimpinan Wen Jiabao. Ia kemungkinan akan digantikan oleh Wakil Perdana Menteri Li Keqiang.

Wen Jiabao membuka Kongres Rakyat Cina minggu lalu dengan menyinggung persoalan pemotongan target pertumbuhan ekonomi, persoalan militer dan kepemilikan tanah.

Ia sering dijuluki dengan sebutan ''Kakek Wen'' di Cina, demikian kata wartawan BBC Martin Patience di Beijing.

Di muka publik ia dikenal rendah hati dan dianggap sebagai salah satu pejabat yang benar-benar pembela rakyat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.