Cina naikkan lagi harga BBMnya

Pekerja mengganti papan harga di SPBU Cina Hak atas foto 1
Image caption Harga BBM sudah diubah dua kali karena harga minyak mentah dunia terus meroket.

Cina untuk kedua kalinya sepanjang tahun ini menaikkan harga BBM, kali ini sekitar 6% untuk bensin dan sekitar 7% untuk solar, berkenaan dengan terus membumbungnya harga minyak mentah dunia.

Harga minyak terus meroket bersamaan dengan ketegangan yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah, terutama dengan pemasok minyak utama di Iran.

Penaikan harga BBM ini diharapkan akan mampu menstabilkan pasokan BBM dalam negeri serta menutup kerugian yang ditanggung perusahaan penyulingan minyak lokal.

Pengamat mengatakan kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah Cina kini tak terlalu risau lagi dengan persoalan inflasi.

Khawatir kenaikan harga

Naiknya harga-harga kebutuhan pokok mulai jadi persoalan di Cina sejak krisis global memaksa pemerintah memulai berlakunya kebijakan paket stimulus.

Harga konsumen meroket tertinggi Juli tahun lalu d titik 6,5% sebelum akhirnya turun.

Pada bulan Februari, angka inflasi naik 3,4% dari tahun sebelumnya, berada dibawah target pemerintah 4%.

"Ini langkah berani Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional ... kelihatannya inflasi turun cukup tajam akhir-akhir ini, jadi kebijakan ini diambil pada situasi politik yang pas," kata analis Gordon Kwan dari Mirae Asset Management di Hong Kong.

Harga yang meroket, terutama untuk komoditas bahan makanan dan BBM, sebelumnya telah mengakibatkan terjadinya rusuh di sejumlah kota Cina.

Dibawah aturan sistem harga BBM Cina, harga BBM untuk pasar lokal bisa diubah bia harga minyak mentah dunia berubah lebih dari 4% selama rentang waktu 22 hari.

Keuntungan penyulingan

Peningkatan haraga BBM ini lebih tinggi dari perkiraan pasar sebelumnya yang hanya mencapai 3%. Harga secara resmi diubah setelah harga minyak mentah dunia melonjak diatas 10% Februari.

Harga BBM terakhir dinaikkan pemerintah Cina Februari lalu antara 3% sampai 4%.

Setelah kenaikan harga Selasa ini, harga acuan untuk jenis solar menjadi $1,22 (atua sekitar Rp11.200 ) per liter sementara untuk bensin 90 oktan harganya menjadi $1,17 (Rp10.700) meskipun harga tidak selalu sama di berbagai daerah di Cina.

Perusahaan penyuling minyak di Cina telah mendesak diberlakukan penaikan harga ini untuk mengurangi tingkat kerugian yang mereka derita akibat membumbungnya harga minyak mintah.

Berita terkait