Polisi Australia bekuk buronan terkenal

Malcolm Naden Hak atas foto Reuters
Image caption Malcolm Naden adalah buronan paling dicari aparat penegak hukum Australia.

Malcolm Naden, yang selama tujuh tahun menjadi buruan kepolisian Australia, akhirnya tertangkap dan dijerat tuduhan pembunuhan disamping tuduhan lain.

Mantan tukang jagal berusia 38 tahun itu ditangkap dalam sebuah penggrebekan yang dilakukan Rabu (21/3) tengah malam setelah sekitar 20 orang polisi mengepung rumah persembunyiannya di New South Wales.

Malcolm yang membawa senjata saat ditangkap polisi sempat digigit seekor anjing polisi dan kini dalam kondisi sehat setelah dilarikan ke rumah sakit.

Malcolm menjadi buruan aparat penegak hukum setelah pada 2005 melakukan pembunuhan terhadap seorang perempuan.

Selama pelariannya, Malcolm berkali-kali berhasil menghapus jejaknya dan menghindari tangkapan polisi.

Hadiah besar

Desember lalu, polisi hampir menangkapnya setelah mengepung tempat persembunyiannya di dekat desa Nowendoc. Namun dia masih berhasil lolos.

Polisi bahkan bersedia memberikan hadiah uang sebesar A$100.000 atau sekitar Rp955 juta bagi siapa saja yang bisa menangkap atau memberikan informasi keberadaan Malcolm Naden.

Ini adalah hadiah uang terbesar yang disediakan pemerintah Australia sejak pengejaran kriminal Ned Kelly di abad ke-19.

Selain menghadapi tuntutan pembunuhan, Naden juga dituding melakukan percobaan pembunuhan karena menembaki seorang polisi saat pengejaran Desember lalu.

Dia juga dituding membunuh Kristy Scholes, 24, pada 2005 dan dua kali serangan seksual terhadap seorang gadis berusia 15 tahun pada 2004.

Berita terkait