Cina akan hentikan pengambilan organ tubuh tahanan

Terbaru  23 Maret 2012 - 17:17 WIB
Tahanan di Cina.

Pemerintah Cina dituduh memaksa tahanan untuk menyumbangkan organ tubuh.

Cina bertekad untuk menghentikan praktek pengambilan organ tubuh dari para tahanan dalam waktu lima tahun mendatang.

Media resmi Xinhua mengutip Wakil Menteri Kesehatan, Huang Jiefu, yang mengatakan uji coba untuk donor organ sukarela sudah dilaksanakan di sejumlah kawasan.

"Tekad untuk menghentikan sumbangan organ tubuh dari para tahanan mencerminan jalan keluar yang ditempuh pemerintah."

Huang Jiefu menambahkan organ dari para tahanan tidak ideal karena biasanya sudah terinfeksi sehingga mempengaruhi tingkat hidup dari orang-orang yang melakukan cangkok organ tubuh.

Angka resmi dari Kementerian Kesehatan Cina menyebutkan setiap tahunnya, sekitar 1,5 juta orang di Cina membutuhkan transplantasi namun hanya 10.000 saja yang bisa dipenuhi.

Diperkirakan sekitar dua pertiga dari pasokan organ tubuh untuk transplantasi berasal dari para tahanan.

Para pegiat hak asasi manusia menyebutkan tahanan dipaksa untuk menyumbangkan organ tubuh.

Mereka juga memperkirakan setiap tahunnya ribuan tahanan dieksekusi di Cina dan organ tubuh mereka diambil namun pemerintah Cina berulang kali membantah keras tuduhan tersebut.

Tujuan utama

Dalam waktu lima tahun mendatang Cina akan mengandalkan pengadaan organ tubuh melalui sumbangan secara sukarela.

Sebuah petunjuk tentang imbalan keuangan bagi donor organ tubuh maupun keluarganya akan disusun untuk mendorong donor sukarela tersebut.

Namun sejumlah pihak meragukan donor sukarela karena budaya menyumbang organ tubuh tampaknya masih sulit untuk dikembangkan dalam waktu singkat.

Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience, melaporkan budaya Cina masih mengharapkan orang dimakamkan dengan tubuh yang utuh.

Cina juga merupakan salah satu tujuan utama bagi sejumlah warga di kawasan Asia -termasuk Indonesia- untuk mendapatkan transplantasi organ tubuh.

Menteri BUMN Indonesia, Dahlan Iskan, pada tahun 2008 juga menjalani operasi cangkok hati di Cina.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.