Whitney Houston meninggal akibat tenggelam setelah konsumsi kokain

Terbaru  23 Maret 2012 - 08:36 WIB

Whitney Houston meninggal akibat tenggelam, penyakit jantung serta konsumsi kokain.

Hasil penyelidikan menyebutkan penyanyi terkenal Whitney Houston meninggal karena tenggelam dalam bak mandi, namun penyalahgunaan narkoba dan penyakit jantung merupakan faktor lain penyebab kematiannya.

Demikian keterangan resmi penanggungjawab penyelidikan kematian Whitney di Los Angeles, AS.

Juru bicara otoritas tersebut, Craig Harvey mengatakan, tes narkoba menunjukkan penyanyi berumur 48 tahun itu merupakan pengguna kokain yang kronis.

Pengumuman ini mengakhiri spekulasi latar belakang penyebab kematian Whitney.

Whitney ditemukan tenggelam dalam bak mandi di sebuah hotel di Los Angeles, Minggu (12/2) dini hari waktu Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, otoritas tersebut menggambarkan kematian Houston di dalam bak mandi akibat "kecelakaan".

Mereka menambahkan, "tidak ada trauma akibat perbuatan orang lain".

Kokain

Keterangan resmi juga menyebutkan, Whitney tenggelam dalam bak mandi dan akibat "dampak penyakit jantung atherosclerotic dan penggunaan kokain".

Obat-obatan lain yang ditemukan dalam darahnya termasuk ganja, obat anti depresi, serta obat alergi.

Tetapi petugas forensik menyatakan, obat-obatan itu bukanlah faktor penyebab kematiannya.

Patricia Houston, adik ipar sekaligus manajer Whitney, mengatakan kepada kantor berita Associated Press: "Kami sedih mengetahui hasil pemeriksaan ini, walau kami gembira kasus ini akhirnya ditutup."

Jenazah Whitney, peraih dua Piala Emmy, enam Grammy Awards dan puluhan penghargaan lainnya, dikuburkan di New Jersey dalam upacara pemakaman yang dihadiri para selebriti termasuk Oprah Winfrey, Alicia Keys, Mariah Carey dan Mary J Blige.

Tak hanya di dunia musik, Whitney juga sempat mencicipi kesuksesan karir di layar perak melalui film Bodyguard yang dia bintangi bersama Kevin Costner.

Beberapa tahun terakhir, Whitney diketahui mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan kebiasaannya ini menghancurkan karirnya.

"Setan terbesar adalah diriku sendiri. Saya adalah kawan atau musuh terbaik diri saya sendiri," kata Whitney ketika diwawancarai wartawan ABC Diane Sawyer pada 2002 lalu.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.