Sudan dan Sudan Selatan sepakat hentikan konflik

Terbaru  29 Maret 2012 - 11:03 WIB
Perang Sudan

Pasukan Sudan Selatan mengerumuni bangkai tank milik pasukan Sudan.

Sudan dan Sudan Selatan akhirnya sepakat untuk menghentikan konflik bersenjata di perbatasan agar tidak terjerumus dalam perang besar-besaran setelah muncul desakan dari dunia internasional.

Selama tiga hari terakhir, pertempuran pecah antara kedua negara yang melibatkan tank dan pesawat tempur di pusat minyak Sudan di Heglig.

Utusan kedua negara dijadwalkan bertemu di ibukota Ethiopia, Addis Ababa, Kamis (29/3) untuk melakukan pembicaraan damai.

"Apa yang kami harapkan adalah memperoleh cara untuk menghentikan kekerasan ini," kata juru runding Sudan Selatan Pagan Amum.

"Kami akan menghentikan pertempuran dan memastikan konflik ini tidak akan meledak menjadi perang besar antara kedua negara," tambah Amum.

Sementara itu, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Sudan Rahamatalla Mohamed Osman mengatakan negerinya tidak pernah memulai perang.

"Namun, jika mereka memulai lebih dulu maka kami akan mempertahankan diri," ujarnya memperingatkan Sudan Selatan.

Serangan udara

"Kami akan menghentikan pertempuran dan memastikan konflik ini tidak akan meledak menjadi perang besar antara kedua negara."

Pagan Amum

Pada Senin (26/3), pesawat-pesawat tempur Sudan melakukan serangan udara terhadap wilayah Sudan Selatan, saat angkatan darat kedua negara juga terlibat baku tembak.

Kedua belah pihak saling menyalahkan terkait pemicu pertempuran yang merupakan pertempuran terburuk sejak Sudan Selatan resmi merdeka pada Juli tahun lalu.

Sudah Selatan mengatakan mengatakan pasukan darat dan udara Sudan terlebih dulu menyerang dan memasuki wilayah Negara Bagian Unity.

Pasukan Sudan Selatan kemudian menyerang balik dan merebut ladang minyak Heglig yang sama-sama diklaim kedua negara.

Konflik bersenjata ini menuai keprihatinan dunia internasional. Amerika Serikat, Uni Afrika, Dewan Keamanan PBB dan Uni Eropa semua menyerukan penghentian kekerasan.

Uni Afrika bahkan meminta kedua angkatan bersenjata untuk menarik mundur pasukannya sedikitnya 10km dari perbatasan kedua negara.

Putaran terakhir pembicaraan damai yang disponsori Uni Afrika berakhir akhir bulan ini dengan sebuah perjanjian terkait masalah perbatasan dan kebangsaan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.