Istanbul jadi ajang konferensi 'Sahabat Suriah'

Terbaru  1 April 2012 - 13:21 WIB
Masjid di Istanbul

Istanbul menjadi lokasi konferensi namun tak banyak ada harapan akan hasilnya.

Menteri luar negeri dari lebih 70 negara barat dan Arab dijadwalkan bertemu dan berembug di Istanbul untuk mencari cara memperkuat tekanan terhadap rezim di Suriah serta memberi dukungan pada kubu oposisi.

Sebelum pertemuan yang diberi judul 'Sahabat Suriah' itu digelar, kubu oposisi di negera bergolak itu mengatakan kini mendukung seruan agar negara asing mempersenjatai para pejuang.

Menurut mereka Presiden Bashar al-Assad yang menyatakan menerima rencana damai usulan Liga Arab dan PBB hanya sekedar trik untuk mengulur waktu.

Sementara menurut pemerintah Suriah, pasukannya kini sudah menang dan meremukkan pertahanan pasukan perlawanan di berbagai lokasi.

Menurut pegiat sedikitnya 25 orang tewas dalam aksi kekerasan Sabtu lalu, dimana tentara Suriah terus membombardir kota Homs dan wilayah lain.

Tak ada kemajuan berarti

Pertemuan para Menlu di Istanbul ini akan dihadiri antara lain oleh Menlu As Hillary Clinton dan diharapkan akan terus memperkuat tekanan diplomatik dari komunitas internasional terhadap posisi Presiden Assad, dengan jalan memintanya patuh pada usulan damai yang dibawa Utusan Khusus PBB-Liga Arab, Kofi Annan.

Pernyataan Presiden Assad sendiri terkait kesediannya memenuhi enam syarat dalam proposal perdamaian itu, disambut dengan sikap tak percaya kalangan diplomat Barat dan pemerintah negara Arab.

Menurut wartawan BBC setempat, Jonathan Head, dalam forum Istanbul ini mungkin pula muncul permintaan bantuan dana baik untuk para korban maupun untuk kubu oposisi utama Dewan Nasional Suriah(SNC), agar mampu berdiri sebagai organisasi yang lebih efektif.

Utusan SNC

Utusan Dewan Nasional Suriah dalam pertemuan Istanbul minta dukungan senjata.

Namun diluar beberapa poin itu, tak ada jaminan akan ada kemajuan berarti.

Sebelum forum dimulai, untuk pertama kalinya kubu SNC telah menyerukan agar negara-negara tetangga mulai mengizinkan wilayah dipakai sebagai jalur angkutan pasokan senjata untuk kubu perlawanan Tentara Pembebasan Suriah.

Menurut wartawan BBC, seruan ini didukung pula oleh sejumlah negara Arab, namun tidak oleh sebagian besar negara yang hadir dalam forum Sahabat Suriah ini.

Dikhawatirka usulan ini hanya akan membuat Suriah justru dibanjiri senjata dan malah emnyebabkan pecahnya perang sektarian sipil.

Tema ini antara lain dibahas Menlu Clinton saat bertemu sejawatnya dari Arab Saudi sebelum konferensi Istanbul dimulai.

Menlu Saudi Saud al-Faisal dalam pernyataan pers bersama menlu Clinton mengatakan mempersenjatai kubu perlawanan merupakan "kewajiban" karena kubu oposisi "tak bisa mempertahankan dirinya sendiri tanpa senjata".

Sebaliknya menurut juru bicara kementrian Luar Negeri Suriah, Jihad al-Makdissi dalam sebuah siaran TV Suriah mengatakan "pertempuran untuk meruntuhkan negara sudah berakhir".

"Tujuan kami saat ini adalah memastikan stabilitas dan menciptakan sebuah sudut pandang demi berlangsungnya reformasi dan pembangunan di Suriah juga mencegah pihak-pihak lain menyabotase jalan menuju reformasi," katanya.

Sampai bulan ini menurut PBB sudah 9.000 orang tewas selama setahun masa pemberontakan terhadap kepemimpinan Presiden Assad di Suriah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.