Presiden Assad 'tidak akan bertahan lama'

Terbaru  3 April 2012 - 19:42 WIB
Rifaat al-Assad

Rifaat al-Assad pernah mencoba menggulingkan pemerintahan kakak Presiden Bashar, Hafez.

Paman Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan dia tidak akan bertahan lama di tengah kekerasan yang masih terus terjadi di negara itu.

Rifaat al-Assad mengatakan kepada BBC bahwa tingkat kekerasan di jalan-jalan terlalu tinggi dan keponakannyaakan sulit bertahan.

"Masalahnya adalah semua tempat di Suriah, tidak ada yang terbebas dari kekerasan. Jadi saya rasa ia tidak akan bertahan," kata Assad kepada BBC.

"Namun saya bisa katakan, dia tetap harus berada di sana sehingga dapat bekerja sama dengan pemerintah baru dan menawarkan pengalaman yang ia miliki," tambahnya.

Paman Assad ini tinggal dipengasilan sejak gagal merebut kekuasaan dari kakak Presiden Bashar, Hafez, pada tahun 1980-an.

Pada bulan Februari 1982, Rifaat al-Assad memimpin penyerangan militer ke Hama untuk menekan kelompok Ikhwanul Muslimin dan menyebabkan korban tewas antara 10.000-25.000.

Dia kemudian tinggal dalam pengasingan sejak tahun 1984 dan secara resmi sudah dicopot dari jabatannya sebagai wakil presiden tahun 1998 karena upayanya menggulingkan Hafez.

Keluarga Assad 'diterima'

"Masalahnya adalah semua tempat di Suriah, tidak ada yang terbebas dari kekerasan. Jadi saya rasa ia tidak akan bertahan"

Rifaat al-Assad

Saat Bashar al-Assad menjadi presiden setelah ayahnya meninggal tahun 2000, Rifaat mengkritik suksesi itu sebagai hal "yang tidak konstitusional" dan menyebut dirinya sebagai calon pengganti yang sah.

Bagaimanapun Rifaat menekankan bahwa keluarga Assad masih diterima oleh rakyat Suriah.

"Keluarga Assad masih jauh lebih penting dan mendapatkan dukungan (dari rakyat Suriah) dibandingkan sejumlah tokoh oposisi (dari kelompok Dewan Nasional Suriah atau SNC) yang sering kita lihat di televisi," tambahnya.

SNC menyerukan agar Rifaat al-Assad dikenakan sanksi internasional seperti halnya pejabat tinggi pemerintah Suriah lain karena kejahatan di masa lalu.

Wartawan BBC urusan Timur Tengah, Jeremy Bowen, mengatakan pernyataan keras Rifaat -yang tinggal di kawasan mewah Paris- terhadap presiden Suriah ini tidak mengejutkan.

Jakob Kellenberger berupaya meminta izin masuk untuk petugas kemanusiaan.

Apa yang dimaksud Rifaat, tambah wartawan kami, adalah bahwa dia dapat menjadi presiden yang baik namun jelas hal itu akan sulit terwujud karena dia sudah lama tinggal di pengasingan.

ICRC bertemu pejabat

Sementara itu, Kepala Palang Merah Internasional (ICRC), Jakob Kellenberger, bertemu dengan para pejabat Suriah di Damaskus dalam upaya meminta izin petugas kemanusiaan masuk ke daerah konflik untuk membantu pengungsi atau korban luka.

Kellenberger juga meminta agar pemerintah Suriah untuk menerapkan gencatan senjata selama dua jam dalam satu hari, seperti yang tertulis dalam rencana damai yang diajukan oleh utusan PBB dan Liga Arab, Koffi Annan.

Hari Senin (02/04), Annan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menetapkan batas waktu 10 April untuk menerapkan rencana damai. Pemerintah Suriah telah menyepakati batas waktu itu.

Juru bicara Annan, Ahmed Fawzi, mengatakan hari Selasa (03/04), bahwa tim pendahulu dari operasi perdamaian PBB (DPKO) akan tiba di Damaskus "dalam dua hari ini" untuk membicarakan pengerahan pasukan pengawas internasional.

Para diplomat mengatakan bahwa para pemantau untuk Suriah kemungkinan berasal dari pasukan penjaga perdamaian di wilayah dan tidak akan terbentuk tanpa persetujuan dari semua pihak yang terlibat dan membutuhkan mandat Dewan Keamanan.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.