Korut dilaporkan gagal meluncurkan roketnya

Terbaru  13 April 2012 - 08:02 WIB
roket korut

Korea Utara belum memberikan tanggapan atas laporan negara tetangganya yang menyatakan roket mereka gagal diluncurkan.

Roket yang diluncurkan oleh Korea Utara dilaporkan hancur dan terbelah sesaat setelah diluncurkan.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan roket tersebut terbelah menjadi empat setelah sempat mengangkasa hingga 120 kilometer pagi ini.

"Obyek terbang itu diyakini sempat mengudara selama lebih dari satu menit dan kemudian jatuh ke laut. Kejadian ini sama sekali tidak mempengaruhi wilayah kami," kata Menteri Pertahanan Jepang Naiki Tanaka seperti dikutip dari AFP.

Sebelumnya pemerintah Korea Selatan telah menyatakan bahwa peluncuran roket milik Korut tresebut mengalami kegagalan.

Korea Utara harus menerima kecaman dari berbagai negara akibat rencana peluncuran ini.

Sejumlah negara menilai peluncuran tersebut merupakan bagian dari upaya Korut dalam membangun teknologi militernya.

Mereka menilai peluncuran roket ini merupakan uji roket jarak jauh yag dikemudian hari akan dilengkapi dengan hulu ledak nuklir.

Sudah direncanakan

Pyongyang telah membantah bahwa peluncuran itu untuk kepentingan militer tetapi untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan di negara itu.

Peluncuran roket itu juga merupakan bagian dari perayaan ulang tahun ke-100 mendiang pendiri Korut Kim Il-sung yang akan jatuh pada hari Minggu (15/02) nanti.

"Obyek terbang itu diyakini sempat mengudara selama lebih dari satu menit dan kemudian jatuh ke laut"

Naiki Tanaka

Pemerintah Korea Utara sejauh ini belum menyampaikan keterangan apapun pasca gagalnya peluncuran roket mereka.

Sehingga belum ada konfirmasi apakah peluncuran roket itu memang gagal.

Dewan Keamanan PBB hari Jumat (12/04) rencananya akan menggelar rapat darurat untuk membicarakan peluncuran roket Korea Utara.

Korut dibawah resolusi PBB saat ini memang dilarang untuk melakukan uji coba peluru kendali.

Wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson mengatakan peluncuran ini sebelumnya sudah beberapa kali direncanakan oleh Korut termasuk saat Kim Jong-il memimpin negara itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.