Tim pemantau PBB segera berangkat ke Suriah

Terbaru  15 April 2012 - 10:12 WIB
Aleppo

Asap membubung dari sebuah bangunan yang menjadi sasaran kekerasan di Aleppo, Suriah.

PBB segera mengirim sebuah kelompok pengawas kecil ke Suriah untuk memantau jalannya gencatan senjata guna mencegah kemungkinan gagalnya upaya penghentian kekerasan.

Pengiriman tim ini dipastikan beebrapa jam setelah Dewan Keamanan PBB menyepakati resolusi soal keberadaan tim pengawas gencatan senjata.

Resolusi Dewan Keamanan PBB itu disepakati secara bulat setelah Rusia menerima teks resolusi yang sudah direvisi, yaitu wewenang mengirim tim beranggotakan 30 pemantau tak bersenjata ke Suriah.

Duta Besar Suriah untuk PBB mengatakan Moskow mendukung resolusi Dewan Keamanan karena kebutuhan untuk mengirim tim pemantau dalam waktu cepat.

Sekretaris PBB Ban Ki-moon menyambut baik resolusi itu dan mengatakan PBB membutuhkan kebebasan penuh bagi para pemantaunya saat bekerja di Suriah.

"Saya memahami Suriah adalah negara besar sehingga kami harus memiliki cara efektif dalam memantau situasi di sana," ujar Ban.

Ban menambahkan dia akan membuat proposal baru dalam beberapa hari ini untuk mengirim kelompok pemantau dengan anggota lebih banyak yaitu 250 orang.

Kekerasan berlanjut

"Saya memahami Suriah adalah negara besar sehingga kami harus memiliki cara efektif dalam memantau situasi di sana."

Ban Ki-moon

Sementara itu, wartawan BBC di Beirut Jim Muir melaporkan di beberapa wilayah Suriah dikhawatirkan gencatan senjata terancam gagal kecuali dilakukan sesuatu untuk mencegahnya.

Pada Sabtu (14/4), kekerasan kembali terjadi di Homs dan pada sebuah upacara pemakaman di Aleppo yang menurut para aktivis kemanusiaan menewaskan sedikitnya 20 orang.

Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice mengutuk aksi kekerasan itu dan mengatakan peristiwa tersebut kembali mencuatkan keraguan terkait keseriusan pemerintah Suriah untuk menghentikan kekerasan.

Sehingga resolusi DK PBB, lanjut Rice, adalah sebuah upaya penting untuk menghentikan pertumpahan darah.

Namun Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja'afari menuding kelompok oposisi yang bertanggung jawab atas kekeraan itu.

Ja'afari menambahkan oposisi melakukan setidaknya 50 kekerasan termasuk pembunuhan dan melakukan berbagai sabotase.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.