Australia longgarkan sanksi untuk Burma

Terbaru  16 April 2012 - 12:07 WIB
Bob Carr

Menlu Australia Bob Carr mengatakan pemerintahnya cabut sanksinya untuk sebagian warga Burma.

Pemerintah Australia mengumumkan segera melonggarkan sanksi yang selama ini dijatuhkan terhadap Burma.

Menteri Luar Negeri Bob Carr mengatakan larangan perjalanan dan finansial terhadap 260 warga negara Burma, termasuk Presiden Thein Sein segera dicabut.

Pernyataan ini disampaikan Bob Carr di London menjelang pertemuannya dengan Menlu Inggris William Hague.

"Kami akan melonggarkan sanksi setelah berbicara dengan Aung San Suu Kyi dan tokoh oposisi, dengan pemerintah Burma dan setelah berdiskusi dengan negara lain," kata Carr kepada wartawan.

Pernyataan Australia ini keluar setelah PM Inggris David Cameron saat mengunjungi Burma mengatakan tengah mempertimbangkan pencabutan sanksi untuk negeri itu.

Meski melonggarkan sanksinya, namun Australia masih memberlakukan embargo persenjataan untuk Burma.

Mereka yang terbebas dari sanksi termasuk warga sipil dan kelompok reformis di dalam pemerintahan

"Sedangkan para petinggi militer dan individu dengan catatan pelanggaran HAM tetap dikenakan sanksi," demikian pernyataan Australia.

Kerja sama dagang

"Kami akan melonggarkan sanksi setelah berbicara dengan Aung San Suu Kyi dan tokoh oposisi, dengan pemerintah Burma dan setelah berdiskusi dengan negara lain."

Bob Carr

Sementara itu Menteri Perdagangan Australia Craig Emerson dengan keputusan ini maka jumlah warga Burma yang terkena sanksi tinggal 130 orang saja.

"Australia tak akan melanjutkan kebijakan yang menghalangi perdagangan dan investasi di Burma," kata Emerson.

"Kami menyambut baik peluang kerja sama dagang yang terbuka antara rakyat Burma dan pengusaha Australia," tambah dia.

Dengan melonggarkan sanksinya, ujar Emerson, maka Australia bergabung dengan dunia internasional yang menyambut baik reformasi yang tengah berlangsung di Burma.

Pada 23 April mendatang para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan membicarakan kebijakan baru terhadap Burma.

Sanksi Uni Eropa terhadap Burma akan habis pada 30 April keculai para pemimpin Uni Eropa memilih untuk memperbarui sanksi itu.

Awal bulan ini, mengikuti hasil pemilihan sela di Burma, Amerika Serikat mengumumkan akan melonggarkan sanksinya untuk Burma.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.