Presiden Burma bicarakan bantuan Jepang

Terbaru  20 April 2012 - 14:11 WIB
Thein Sein

Presiden Thein Sein adalah presiden Burma pertama yang kunjungi Jepang dalam 28 tahun terakhir.

Presiden Burma Thein Sein tiba di Jepang memulai kunjungan kenegaraan selama lima hari yang akan difokuskan untuk membicarakan bantuan keuangan dan pengurangan utang luar negeri Burma.

Kunjungan Thein Sein, yang merupakan kunjungan Presiden Burma pertama dalam 28 tahun terakhir, ini bertepatan dengan rencana Uni Eropa melonggarkan sanksi ekonomi untuk Burma.

Sejumlah laporan juga mengatakan Jepang tengah berencana untuk memberi pinjaman kepada Burma.

Dalam kunjungannya ini, Thein Sein akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda.

Sejumlah pejabat Jepang mengatakan pembicaraan kedua pemimpin ini akan mendiskusikan solusi utang Burma ke Jepang yang merupakan kreditor terbesar negeri itu.

Wartawan BBC di Tokyo Roland Buerk melaporkan pembicaraan ini akan membuka jalan bagi Jepang untuk memberikan bantuan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan.

Selain itu, lanjut Buerk, sejumlah perusahaan Jepang dikabarkan berminat untuk berinvestasi di Burma yang kaya sumber daya alam.

Reformasi

Aung San Suu Kyi

Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi mendominasi pemilu sela Burma.

Pemerintahan Thein Sein telah melakukan proses reformasi sejak berada di tampuk kepemimpinan Burma pada November 2010 yang mengakhiri kekuasaan militer.

Pemerintahan sipil yang didukung militer ini melakukan berbagai terobosan misalnya membebaskan ribuan tahanan politik dan membuat konsesi yang memungkinkan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi kembali ke proses politik.

Bahkan Partai NLD pimpinan Suu Kyi berhasil memenangkan 43 kursi dari 45 kursi parlemen yang diperebutkan dalam pemilu sela pada awal bulan ini.

Berbagai langkah baru pemerintahan Thein Sein mendapatkan banyak simpati dari dunia internasional.

Amerika Serikat, Australia dan Uni Eropa bahkan sudah menyatakan segera melonggarkan sanksi ekonomi yang selama ini dijatuhkan atas Burma.

Sanksi yang akan dicabut mencakup larangan bepergian untuk para petinggi Burma dan pembekuan aset. Namun embargo persenjataan masih akan diberlakukan.

Sementara itu, parlemen Burma akan kembali bersidang pada Senin (23/4). Meskipun partai pimpinan Suu Kyi memenangi pemilihan sela lalu namun parlemen masih didominasi anggota partai yang didukung militer.

Dan seperempat dari kursi parlemen saat ini masih menjadi hak anggota militer.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.