Jepang menghapus utang Burma

Terbaru  21 April 2012 - 18:34 WIB
PM Noda

PM Noda mengatakan Jepang akan terus memantau perkembangan Burma.

Pemerintah Jepang setuju untuk menghapus utang Burma senilai USD3,7 miliar.

Selain itu, Jepang juga akan memulai kembali bantuan pembangunan.

Kesepakatan ini dicapai dalam pembicaraan antara kedua pemimpin negara di Tokyo, hari Sabtu (21/4).

"Dalam upaya untuk mendukung langkah Burma menuju negara demokrasi, Jepang akan meningkatkan kerja sama ekonomi, sementara pada saat yang sama kami juga akan memantau perkembangan di Burma secara terus menerus," kata Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda dalam keterangan bersama dengan Presiden Burma Thein Sein.

Hal lain yang disepakati adalah rencana membangun zona ekonomi khusus di dekat Rangoon, kota terbesar di Burma.

Pemerintah sipil dukungan militer di Burma sejak setahun lalu menerapkan reformasi politik dan ekonomi.

Dibekukan sementara

Reformasi ini membuat pemimpin tokoh prodemokrasi Aung San Suu Kyi terpilih menjadi anggota parlemen untuk pertama kalinya beberapa waktu lalu.

Berbagai kalangan mengatakan keputusan Jepang menghapus utang tidak lepas dari keinginan masyarakat internasional untuk menguatkan proses demokrasi di Burma.

Reformasi yang diterapkan pemerintah pimpinan Thein Sein mengejutkan dunia internasional yang antara lain berdampak dengan pelonggaran sanksi oleh Barat.

Pemerintah Amerika Serikat bulan ini mengumumkan bahwa Washington secara perlahan-lahan akan melonggarkan sanksi terhadap Burma sementara Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan sebagian besar sanksi Uni Eropa terhadap Burma akan dibekukan mulai pekan depan.

Namun negara-negara Barat tetap menekan pemerintah Burma untuk terus menerapkan transisi demokratis dan menegaskan bahwa sanksi terhadap Burma baru dalam proses dibekukan, bukan dicabut sama sekali.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.