Sekjen PBB kutuk serangan udara Sudan

Terbaru  24 April 2012 - 07:58 WIB
Tentara Sudan Selatan

Pasukan Sudan Selatan bersiap di kota perbatasan Bentiu merespon serangan Sudan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan udara Sudan ke wilayah perbatasan di Sudan Selatan yang menewaskan sedikitnya satu orang.

"Pemerintah Sudan harus menghentikan semua kekerasan dengan segera. Tidak pernah ada solusi militer untuk menyelesaikan masalah perbatasan, "kata Ban.

Ban mendesak Presiden Sudan Omar al-Bashir dan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir untuk mencegah terjadi konfrontasi lebih jauh dan segera kembali berdialog.

Pernyataan Ban Ki-moon ini menyusul operasi pengeboman di sebuah kota Sudan Selatan, Bentiu, yang dilakukan Sudan, Senin (23/4).

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan kedua negara harus berani kembali ke meja negosiasi dan menyelesaikan masalah mereka dengan damai.

Namun, Presiden Sudan Omar al-Bashir menegaskan pemerintahannya tidak akan melakukan pembicaraan dengan Sudan Selatan.

"Kami tidak akan bernegosiasi dengan Sudan Selatan, karena yang mereka pahami hanya bahasa senjata dan amunisi," kata Bashir dikutip kantor berita Reuters.

Selama beberapa bulan belakangan secara sporadis terjadi pertempuran antara kedua negara memperebutkan ladang minyak di sepanjang perbatasan yang belum terdemarkasi.

Banyak pihak mengkhawatirkan konflik sporadis ini akan berubah menjadi perang besar antara kedua negara yang dulunya bersatu itu.

Deklarasi perang

"Pemerintah Sudan harus menghentikan semua kekerasan dengan segera. Tidak pernah ada solusi militer untuk menyelesaikan masalah perbatasan."

Ban Ki-moon

Panglima militer Sudan Kamal Marouf mengatakan sedikitnya 1.000 tentara Sudan Selatan tewas dalam pertempuran memperebutkan kota minyak Heglig.

Koresponden kantor berita AFP di Sudan melaporkan dia melihat mayat tentara Sudan Selatan dalam jumlah tak terhitung di wilayah itu.

Namun, jumlah korban tewas itu dibantah Menteri Informasi Sudan Selatan Barnaba Marial Benjamin.

Kepada program Focus on Africa BBC, Benjamin mengatakan tak seorangpun anggota angkatan bersenjata Sudan Selatan (SPLA) tewas dalam pertempuran di Heglig.

Sementara itu, Gubernur Negara Bagian Unity Taban Deng mengatakan bom yang dijatuhkan Angkatan Udara Sudan di kota perbatasan Bentiu menghancurkan sebuah jembatan penting yang menghubungkan kota itu dengan perbatasan.

Selain itu, sebuah pasar di dekat Bentiu juga hancur dan kota Rubkona di dekat Bentiu juga terkena serangan.

Gubernur Deng mengatakan selain menyebabkan satu orang tewas, serangan udara itu mengakibatkan tiga warga Sudan Selatan mengalami luka parah dan kecil kemungkinan bisa diselamatkan nyawanya.

Sedangkan Kepala Badan Intelijen Sudan Selatan, Mac Paul menggambarkan serangan udara itu merupakan sebuah deklarasi perang.

Berkunjung ke Cina

Minyak Sudan

Sudan Selatan memiliki banyak sumber minyak setelah lepas dari Sudan.

Sementara itu, Presiden Sudan Selatan Salva Kiir tiba di Cina untuk memulai kunjungan kenegaraan enam hari. Dalam pertemuan itu Kiir akan mengadakan pertemuan Presiden Hu Jintao.

Secara tradisional Cina merupakan sekutu Sudan yang secara diplomatik terisolasi. Namun para pengamat mengatakan pemerintah Cina nampaknya ingin menyelesaikan kekerasan antara kedua negara.

Sejak lepas dari Sudan sebagai hasil referendum Juli 2011, para mantan pemberontak anggota Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM) memerintah negeri baru itu.

Referendum itu merupakan hasil dari Kesepakatan Damai 2005 yang mengakhiri 22 tahun perang saudara antara kedua negara yang menewaskan 1,5 juta orang.

Usai berpisah, Sudan Selatan memiliki sebagian besar sumber minyak Sudan namun sangat bergantung pada pipa milik Sudan untuk membawa minyak itu ke pelabuhan untuk diekspor.

Pada Januari lalu, Sudan Selatan memutuskan untuk menghentikan produksi minyak yang menyumbang 98% pendapatan negara.

Keputusan itu diambil setelah Khartoum menunda pengiriman minyak Sudan Selatan akibat perselisihan biaya transit.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.