Presiden Abbas minta para pejabat kunjungi al Aqsa

Terbaru  26 April 2012 - 22:16 WIB
al aqsa

Seorang gadis Palestina bermain di dalam kompleks Masjid al Aqsa, di Jerusalem.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendukung kunjungan para pejabat Arab ke Masjid al Aqsa, salah satu tempat suci Islam, dan kawasan Jerusalem Timur.

Pernyataan ini disampaikan setelah kunjungan ulama kenamaan Mesir dan anggota keluarga kerajaan Yordania ke Masjid al Aqsa dikritik sejumlah kalangan.

Wartawan BBC, Yolande Knell, mengatakan ulama Mesir, Ali Gomaa, menghadapi desakan mundur sementara di Yordania para politisi mengecam kunjungan dua putri kerajaan ke tempat suci di Jerusalem bulan lalu.

Yordania dikenal sebagai pemelihara resmi al Aqsa namun untuk masuk ke kompleks masjid diperlukan izin dan koordinasi dari pemerintah Israel.

Para cendekiawan Muslim berpandangan dengan masuk ke Masjid al Aqsa atas izin Israel berarti secara tidak langsung mengakui pendudukan Israell atas tanah Palestina.

Tetapi pandangan ini ditolak oleh Presiden Abbas.

Ibukota masa depan

Sekilas al Aqsa

  • Umat Yahudi berpendapat bahwa komplek Masjid al Aqsa sebagai tempat suci yang dihancurkan pasukan Romawi pada abad pertama. Mereka masih menggunakan Dinding Barat untuk bersembahyang.
  • Umat Islam -yang merebut Jerusalem pada abad ketujuh- yakin kawasan Masjid al Aqsa merupakan tempat Nabi Muhammad menerima wahyu.

Berbicara di depan anak-anak muda di kota Ramallah, Tepi Barat, Presiden Abbas mengatakan para cendekiawan tidak lagi bisa memahami arti kebenaran dan keadilan.

Dalam kesempatan ini Presiden Abbas juga mendesak diakhirinya boikot negara-negara Arab terhadap Jerusalem Timur.

Penasehat Abbas kepada BBC mengatakan mengunjungi Masjid al Aqsa bukan berarti mendukung Israel.

"Anda ke al Aqsa berarti mengunjungi rumah rakyat Palestina yang tengah diduduki Israel," kata penasehat Presiden Abbas.

Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan negara Palestina.

Namun tidak semua pihak di Palestina setuju dengan posisi Presiden Abbas.

Kelompok Hamas, yang menguasai Gaza, meminta para pejabat negara-negara Arab untuk tidak mengunjungi Jerusalem.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.