'Pernikahan dini' di India dibatalkan

Terbaru  26 April 2012 - 12:32 WIB
Laxmi Sargara

Laxmi menolak pernikahan di masa anak-anaknya.

Pernikahan seorang perempuan muda yang terjadi di masa anak-anak dibatalkan secara hukum, kasus ini disebutkan merupakan yang pertama di India.

Laxmi Sargara, 18 tahun, penduduk negara bagian utara Rajasthan India menikah dengan Rakesh ketika dia seorang diri dan laki-laki itu berada ditempat yang sama.

Dia tumbuh dalam lingkungan keluarganya sendiri, dan baru mengetahui dia telah menikah dengan seseorang, ketika saudara iparnya datang untuk menjemputnya bulan ini.

Pernikahan anak-anak dilarang di India, tetapi masih terjadi di sejumlah wilayah negara itu, terutama di pedesaan dan komunitas miskin.

"Saya tidak bahagia mengenai pernikahan itu. Saya mengatakan kepada orangtua yang tidak sependapat dengan saya, kemudian saya meminta bantuan," kata Laxmi kepada Agence France Presse (AFP).

Dia tidak mengetahui mengenai pernikahannya sampai beberapa hari lalu, ketika keluarga mempelai laki-laki akan menjemputnya untuk memulai hidup baru sebagai istri Rakesh.

Tertekan

Setelah mengajukan gugatan kepada orangtuanya, Laxmi meminta bantuan kepada sebuah Organisasi Non Pemerintah Sarathi Trust di kota Jodhpur.

"Dia merasa tertekan. Dia tidak suka dengan laki-laki itu dan tidak siap untuk menjalani keputusan orangtuanya," kata Kriti Bharti dari Sarathi Trust kepada AFP.

Rakesh hanya sepakat dengan pembatalan setelah konseling.

"Ini merupakan contoh pertama yang kami ketahui, seorang pasangan yang menikah di masa kanak-kanak ingin pernikahannya dibatalkan dan kami berharap dapat menjadi inspirasi," kata Kriti Bharti.

Awalnya Rakesh menginginkan pernikahannya dilanjutkan. Tetapi sikapnya melunak setelah menjalani konseling dari NGO.

Pernikahan anak-anak dilarang di India. Baik Laxmi dan Rakesh menandatangani sebuah pernyataan tertulis yang menjelaskan pembatalan pernikahan mereka dan disahkan oleh notaris di Jodhpur.

Narayan Bareth, seorang wartawan di ibukota negara bagian Jaipur, mengatakan sebuah survei terakhir menemukan bahwa 10 % anak perempuan di Rajasthan menikah sebelum usia 18 tahun.

Koresponden kami mengatakan ada sejumlah kasus penolakan dari remaja perempuan untuk menikah di India, tetapi masih sangat jarang.

Menurut Badan anak-anak PBB, UNICEF, India merupakan negara dengan kasus pernikahan dini terbanyak di dunia yaitu 40%. Meski belakangan ini upaya untuk menghentikan pernikahan dini dilakukan di India.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.