Bom di sebuah universitas Nigeria, 16 tewas

Korban bom Hak atas foto n
Image caption Para korban serangan di Universitas Bayero, Kano dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Sedikitnya 16 orang tewas akibat sebuah serangan senjata api dan bom di Universitas Bayero, Kano, Minggu (29/4) sore waktu setempat.

Selain korban tewas, Palang Merah Nigeria melaporkan enam orang lainnya dalam kondisi luka parah dalam serangan yang mengincar sebuah kebaktian Kristen itu.

Seorang saksi mata seperti dilaporkan AFP menyatakan para penyerang melempar peledak terlebih dulu kemudian baru melepaskan tembakan.

"Kejadian itu membuat semua orang lari ketakutan. Saat itulah para penyerang melepas tembakan. Mereka juga menyerang kebaktian lain di kompleks olahraga," kata saksi itu.

A witness told AFP news agency the attackers had first thrown in explosives and fired shots, "causing a stampede among worshippers".

Seorang dosen sejarah, Mohammad Sulaiman mengatakan suasana begitu menakutkan hingga petugas keamanan kampus juga lari menyelamatkan diri.

"Selama lebih dari 30 menit serangkaian ledakan bom dan tembakan terjadi di seluruh penjuru kampus, di sekitar blok akademis," kata Sulaiman seperti dikutip Reuters.

Juru bicara Kepolisian Negara Bagian Kano, Ibrahim Idris mengatakan saat polisi tiba, para penyerang 'menghilang' di lingkungan sekitar kampus.

"Kami sedang melakukan pengejaran," kata Idris.

Situasi kampus saat ini sudah berangsur-angsur normal kembali, demikian Palang Merah Nigeria.

Sejauh ini belum ada organisasi yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, selama ini organisasi militan Boko Haram dikenal kerap melakukan aksi serangan di kota Kano.

Granat di Kenya

Sementara itu satu orang tewas dan 15 orang lainnya terluka ketika sebuah granat dilemparkan ke dalam sebuah gereja di Nairobi, Kenya, Minggu (29/4).

Wakil kepala polisi Nairobi Moses Ombati mengatakan serangan itu ditujukan terhadap Gereja Internasional Rumah Keajaiban Tuhan yang berada di ibukota Kenya.

Serangan ini menyusul peringatan Kedubes Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan teror ke gedung-gedung pemerintah dan hotel di Kenya.

Kedubes AS mengatakan waktu serangan belum diketahui namun mereka yakin serangan itu sudah berada dalam tahap akhir perencanaan.

Kepolisian Kenya mengatakan Al Shabab sudah menewaskan sedikitnya 30 warga Kenya sejak negeri Afrika Timur itu mengirim pasukannya ke Somalia.

Serangan Al Shabab itu banyak terjadi di kota-kota yang berdekatan dengan perbatasan Kenya-Somalia.

Berita terkait