Clinton sebut sengketa Cina alami kemajuan

Hillary Clinton di Cina Hak atas foto AFP
Image caption Masalah Chen Guangcheng membayang-bayangi pertemuan tingkat tinggi Cina dan Amerika.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan penyelesaian sengketa terkait aktivis tuna netra Cina, Chen Guangcheng, telah mencapai kemajuan.

"Telah dicapai kemajuan untuk membantu Chen menggapai masa depan yang diinginkan. Kami akan terus berkomunikasi dengan dia selagi kemajuan ini berlangsung," kata Clinton di Beijing hari Jumat (4/5).

Hillary Clinton mengatakan hal itu kepada para wartawan usai menghadiri pertemuan strategis selama dua hari dengan para pejabat Cina.

Dia menyambut pernyataan Kementerian Luar Negeri Cina yang menyebutkan aktivis pembangkang Chen Guangcheng boleh belajar ke luar negeri.

Pernyataan pemerintah Cina ini dianggap sebagai solusi atas kebuntuan diplomatik antara Cina dan Amerika Serikat.

Aktivis Cina itu sekarang ditahan di rumah sakit Beijing setelah dibawa ke sana ketika meninggalkan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Beasiswa

Chen melarikan diri ke Kedutaan Besar Amerika dari tahanan rumah selama berbulan-bulan. Dia menyatakan kekhawatiran atas keselamatan keluarganya setelah mengetahui istrinya mendapatkan penyiksaan.

Sementara itu juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Victoria Nuland mengatakan pemerintah Cina diharapkan akan mempercepat proses pengurusan surat-surat bepergian ke luar negeri bagi Chen.

"Pemerintah Cina telah mengisyaratkan akan menerima permohonan surat-surat perjalanan yang diperlukan Chen," kata Nuland.

Menurutnya, Chen telah mendapat tawaran beasiswa di satu universitas Amerika dan diperbolehkan membawa istri dan kedua anak mereka.

Masalah aktivis Chen Guangcheng itu membayang-bayangi pertemuan tingkat tinggi antara Cina dan Amerika Serikat di Beijing. Kepala Kebijakan Luar Negeri Cina Dai Bingguo menegaskan persoalan hak asasi manusia seharusnya tidak digunakan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara itu.

Berita terkait