Air India batalkan sejumlah penerbangan internasional

Terbaru  9 Mei 2012 - 16:18 WIB
air india

Pemogokan pilot menjadi tambahan masalah bagi Air India yang tengah dililit persoalan keuangan.

Aksi protes yang dilakukan oleh pilot maskapai penerbangan Air India telah memasuki hari kedua dan berdampak pada sejumlah pembatalan penerbangan internasional baik dari New Delhi dan Mumbai.

Juru Bicara Air India mengatakan tiga penerbangan yang menuju Singapura, New York dan Newark telah dibatalkan hari ini.

Sebelumnya aksi protes muncul setelah maskapai penerbangan itu memecat sepuluh pilot karena mengaku sakit ditengah kisruh soal pelatihan penggunaan pesawat Boeing 787 Dreamliner.

Pilot-pilot air India ini menentang keputusan perusahaan yang mengikutkan pilot dari Indian Airlines yang bergabung dengan Air India pada tahun 2007 lalu untuk berlatih menerbangkan pesawat Boeing jenis terbaru itu.

"Semua penerbangan internasional lainnya masih dioperasikan setelah kami membuat rencana darurat dan menggunakan pilot yang memungkinkan," kata juru bicara Air India.

Tambahan masalah

Pilot Air India mengatakan pesawat Boeing jenis terbaru itu dibeli sebelum perusahaan itu bergabung dengan Indian Airlines sehingga mereka merasa harus didahulukan dalam proses pelatihan menerbangkan Boeing 787 Dreamliner.

Pertikaian yang terjadi terakhir melengkapi rangkaian masalah yang sudah terjadi sebelumnya pada perusahaan penerbangan nasional India ini.

Kenaikan biaya bahan bakar ditambah dengan meningkatnya persaingan antar maskapai mengakibatkan kerugian yang cukup besar terhadap persuhaan tersebut.

Kondisi ini mengakibatkan munculnya kekhawatiran terhadap masa depan Air India.

Awal tahun ini suplai bahan bakar terhadap maskapai itu juga sempat dihentikan oleh tiga perusahaan minyak milik pemerintah akibat belum menyelesaikan tunggakannya.

Untungnya pemerintah India turun tangan untuk mengatasi persoalan keuangan Air India. Bulan lalu pemerintah menyetujui rencana restrukturisasi utang dan berjanji untuk menyuntikkan dana segar sebesar 300 miliar rupee atau US$5,9 miliar ke maskapai ini pada tahun 2020.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.