Abu Qatada kalah dalam banding terakhir deportasinya

Terbaru  9 Mei 2012 - 22:46 WIB
Unjuk rasa menuntut deportasi Abu Qatada.

Unjuk rasa di Inggris untuk menuntut agar ulama Abu Qatada dideportasi ke Yordania.

Ulama radikal yang tinggal di Inggris, Abu Qatada, kalah dalam upaya banding terakhirnya di Mahkamah Hak Asasi Eropa dalam kasus deportasi dari Inggris.

Pengadilan mengatakan upaya bandingnya masih belum terlambat namun memutuskan untuk menolaknya.

"Majelis menetapkan permohonan banding dikirimkan dalam batas waktu tiga bulan untuk banding seperti itu. Bagaimanapun majelis mempertimbangkan permohonan itu sebaiknya ditolak," tutur salah seorang juru bicara pengadilan.

Abu Qatada mengajukan permohonan banding pada 17 April untuk menentang pandangan pengadilan bahwa dia tidak akan disiksa jika dipulangkan ke Yordania.

Dia selalu berpendapat kemungkinan akan menghadapi penyiksaan di tangan aparat keamanan Yordania.

Kontroversi hukum

Bulan Januari Pengadilan Eropa memutuskan Abu Qatada tidak boleh dideportasi ke Yordania kecuali negara itu memberi jaminan bahwa pengadilan ulang atasnya dalam dakwaan terorisme tidak akan menggunakan bukti-bukti yang diperoleh lewat penyiksaan.

Walau keputusan itu menghalangi deportasinya, pemerintah Inggris menang dalam alasan hukum lainnya, termasuk jaminan bahwa ulama itu tidak akan mendapat perlakuan buruk di negara asalnya.

Kronologi Abu Qatada

  • 1993: Tiba di Inggris dan mendapat suaka karena disiksa di Yordania
  • 1999 - 2000: Dinyatakan bersalah secara in absentia dalam dakwaan terorisme di Yordania
  • 2001: Menghilang ketika pemerintah akan menangkapnya tanpa dakwaan
  • 2002: Berhasil ditemukan dan ditahan
  • 2005: Majelis Tinggi parlemen mengatakan penahanannya tidak sesuai hukum: dibebaskan dari penjara namun berada dalam tahanan rumah
  • Agustus 2005: Ditahan untuk dideportasi ke Yordania setelah ada jaminan dari pemerintah Yordania
  • 2009: Majelis Tinggi menerima adanya jaminan perlakuan baik dan juga deportasinya.
  • 2012: Pengadilan Eropa secara umum mendukung keputusan Inggris namun mencegah deportasi

Masalah ini sempat menjadi kontroversi di Inggris karena Departemen Dalam Negeri Inggris sempat berpendapat bahwa batas waktu pengajuan banding terakhir adalah Senin 16 April, namun ternyata keesokan harinya, Selasa 17 April.

Dan Menteri Dalam Negeri, Theresa May, sempat memerintahkan agar ulama itu ditahan kembali karena batas waktu banding yang sudah lewat sementara Yordania sudah memberikan jaminan akan pengadilan yang seimbang dan adil.

May kemudian mengatakan dia bisa memulai deportasi Abu Qatada, namun pada tanggal 18 April proses itu terhenti karena Mahkamah Eropa menegaskan akan mempertimbangkan banding Qatada karena masih diajukan dalam batas waktu yang ditetapkan.

Disambut baik

Keputusan Mahkamah Hak Asasi Eropa ini disambut baik oleh Theresa May.

"Saya tetap yakin bahwa jaminan yang saya dapat dari pemerintah Yordania berarti kami bisa menaruh Qatada di dalam pesawat dan mengeluarkan dia dari Inggris untuk selamanya."

"Kasusnya kini akan ditangani pengadilan Inggris dan untuk sementara waktu, karena tindakan yang diambil pemerintah, Qatada akan tetap berada di penjara," tambahnya.

Abu Qatada pernah disebut sebagai pemimpin spritual Mujahidin di Eropa dan ditangkap pertama kali setelah serangan teroris 11 September.

Pengadilan Inggris mendukung deportasinya karena pemerintah sudah mendapat jaminan dari Yordania untuk memperlakukannya dengan baik, namun para pengkritik mengatakan jaminan itu bukan dalam bentuk tertulis.

Pemerintah Inggris sudah menghabiskan dana sebesar £800.000 sejak memproses kasus ini tahun 2002.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.