Sektor layanan umum Inggris mogok kerja

Protes menentang pemotongan anggaran di Inggris Hak atas foto PA
Image caption Mogok kerja diikuti pegawai sektor publik termasuk sekitar 32.000 personel polisi.

Ratusan ribu pegawai sektor layanan umum Inggris mengadakan mogok kerja terkait pembayaran gaji dan rencana pemerintah mengubah pensiun.

Aksi mogok kerja selama 24 jam mulai hari Kamis (10/05) antara lain diikuti oleh pegawai negeri sipil, staf imigrasi, dosen dan pekerja kesehatan termasuk paramedis.

Para pemimpin serikat pekerja mengatakan jumlah peserta mogok mencapai 400.000 orang, namun pemerintah memperkirakan jumlahnya sekitar 100.000.

Salah satu serikat pekerja yang turut mogok adalah PCS dan menurut Sekjen PCS, Mark Serwotka, sebagian besar dari 250.000 anggotanya mengikuti mogok kerja.

"Di setiap skema sektor publik -kesehatan, pendidikan dan pegawai negeri sipil- mayoritas serikat pekerja menolak pemotongan pensiun mereka," kata Serwotka.

Dia menambahkan sumbangan peserta pensiun terus bertambah tetapi uang yang ditanamkan ke dana pensiun sangat kecil.

Usia pensiun

Berdasarkan rencana perombakan pensiun, usia pensiun akan diubah dari 65 menjadi 68.

Mark Serwotka mengatakan peningkatan usia pensiun itu akan menjadikan Inggris sebagai negara Eropa Barat dengan usai pensiun paling tinggi.

Lucy Moreton dari Serikat Pekerja Pelayanan Imigrasi mengatakan para anggotanya sangat terpukul dengan perubahan usai pensiun dan tidak mempunyai pilihan lain.

"Ini bukan keputusan kami untuk melakukan mogok. Kami telah berusaha sekuat tenaga untuk menghindari mogok. Mogok ini baru yang kedua oleh serikat pekerja kami dalam sejarahnya selama 30 tahun," tutur Moreton kepada BBC.

Pemerintah Inggris mengatakan pembekuan gaji dan perubahan pensiun harus dilakukan karena sistem yang berlaku sekarang terlalu mahal.

Skema pensiun saat ini, kata pemerintah, tidak adil dan tidak bisa terjangkau karena harapan hidup warga jauh lebih tinggi sekarang.

Di antara peserta protes hari ini terdapat personel kepolisian dan Kepolisian Metropolitan memperkirakan jumlah personel yang turut mengikuti protes mencapai 32.000 orang.

Berita terkait