Anders Breivik dilempari sepatu oleh keluarga korban

Terbaru  11 Mei 2012 - 20:08 WIB
Anders Breivik

Breivik sudah mengaku membunuh 69 orang di Pulau Utoeya dan delapan orang di Oslo.

Seorang anggota keluarga korban pembunuhan yang dilakukan Anders Behring Breivik melepar sepatu ke arahnya dalam lanjutan pengadilan di ibukota Norwegia, Oslo.

"Kau membunuh saudara laki-lakiku! Masuk neraka kau!," teriak pelempar sepatu di pengadilan hari Jumat (11/05).

Breivik lolos dari lemparan sepatu yang mengenai salah seorang penasehat hukumnya, Vibeke Hein Baera, yang duduk di dekat tribun hadirin.

Sidang sempat dihentikan dan pelempar sepatu -yang tidak disebut identitasnya- dibawa ke luar ruang sidang oleh petugas keamanan.

Polisi yang bertanggung jawab atas keamanan sidang, Rune Byorkset, mengatakan kepada BBC bahwa pria pelempar sepatu sudah ditangani.

"Tidak mengejutkan karena emosi yang tinggi di dalam ruang sidang," tambahnya.

Kepastian waras atau gila

"Tidak mengejutkan karena emosi yang tinggi di dalam ruang sidang."

Rune Byorkset

Pelemparan sepatu ini merupakan insiden kemarahan terbuka pertama para hadirin sejak sidang atas Breivik dimulai.

Dia malah menanggapi pelemparan sepatu dengan mengatakan, "Jika seseorang melempar sesuatu ke arah saya, lakukan itu kepada saya ketika saya masuk atau meninggalkan ruangan, dan jangan ke arah penasehat hukum saya," katanya.

Dalam persidangan hari ini, dia juga mengatakan seseorang berupaya menghentikan penembakan yang dilakukannya di Utoeya.

"Seseorang melempar sebuah benda ke arahku dan mengenai wajahku. Saya pikir saya sebaiknya menyebutkan itu," katanya tanpa merinci benda yang dimaksud."

Pria berusia 33 tahun tersebut sudah mengaku membunuh 69 orang dalam perkemahan pemuda di Pulau Utoeya dan delapan lainnya dalam serangan bom di Oslo pada tanggal 22 Juli 2011.

Namun dia tidak mau menerima tanggung jawab kriminal atas perbuatannya itu karena menyatakan membela Norwegia dari multikulturalisme dan imigrasi.

Menurutnya, perkemahan pemuda Partai Buruh merupakan 'sasaran yang sah' karena kegiatan itu mendukung multikulturalisme.

Hasil pengadilan Brievik tergantung dari keputusan pengadilan dalam menetapkan apakah dia waras atau gila, yang akan mengarah pada hukuman penjara atau perawatan di rumah sakit jiwa jika dia dinyatakan bersalah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.