Cina bantah siap perang melawan Filipina

Anti Cina Hak atas foto AP
Image caption Seorang pengunjuk rasa menunjukkan spanduk anti Cina dalam sebuah aksi demonstrasi di Manila.

Cina membatah telah meningkatkan kesiagaan tempur militernya terkait sengketa wilayah di Laut Cina Selatan dengan Filipina.

Sengketa yang memanas bulan lalu itu berpusat di gugusan karang Scarborough yang hanya berjarak 230 km dari puau utama Filipina, Luzon.

Perselisihan kedua negara diawali ketika pemerintah Filipina mendapati kapal ikan Cina beroperasi di sekitar gugusan karang itu.

Angkatan Laut Filipina berusaha menangkap para nelayan Cina itu namun digagalkan kapal-kapal pengintai Cina yang segera datang ke kawasan itu.

Meski demikian Kementerian Pertahanan Cina membantah telah mempersiapkan militernya untuk berperang menhadapi Filipina.

"Laporan yang menyebut wilayah militer Guangzhou, armada Laut Cina Selatan dan unit-unit militer lain siap berperang tidak benar," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Cina melalui situs resminya.

Kemenhan Cina tidak menyebut asal laporan yang mengatakan negeri itu siap berperang. Namun, dari berbagai rumor yang beredar di berbagai media Cina menyebut pemerintah meningkatkan kesiagaan militer ke level dua dari empat level persiapan perang.

Kedaulatan

Hak atas foto Getty Images
Image caption Cina terus menambah kekuatan militernya termasuk kekuatan angkatan laut,

Saat ini kedua negara menyiagakan kapal-kapal non militer di gugus karang Scarborough sejak 8 April lalu sebagai upaya menegaskan kedaulatan di kawasan tersebut.

Cina mengklaim seluruh Laut Cina Selatan, yang diyakini mengandung cadangan minyak dan gas bumi yang besar, sebagai wilayah historisnya termasuk perairan yang dekat dengan batas negara Asia lainnya.

Sementara itu Filipina mengklaim gugus karang Scarborough masih merupakan teritorinya karena masih termasuk dalam zona ekonomi ekslusif negeri itu.

Pada Jumat (11/5) sekitar 300 orang melakukan unjuk rasa di Kedutaan Cina di Manila untuk memprotes perlakukan Beijing terhadap Filipina.

Sedangkan sebuah surat kabar pemerintah Cina, Global Times, menuding Filipina menggunakan sentimen nasionalisme dalam unjuk rasa itu seraya menambahkan konflik militer di Laut Cina Selatan sangat mungkin terjadi.

"Sangat mungkin konflik militer terjadi di Laut Cina Selatan, dan jika hal itu terjadi maka Cina akan mengambil langkah tegas," demikian isi editorial harian Global Times.

Selain Filipina sejumlah negara lain yaitu Brunei, Vietnam dan Malaysia juga mengklaim sebagian wilayah perairan Laut Cina Selatan sebagai teritori mereka.

Berita terkait