Polisi Meksiko temukan 49 mayat korban mutilasi

Terbaru  14 Mei 2012 - 09:36 WIB

Pembantaian ini diduga terkait perang antar geng narkoba Meksiko.

Aparat kepolisian Meksiko menemukan empat puluh sembilan mayat yang dimutilasi dan dibuang di pinggir jalan raya di dekat Monterrey, Meksiko Utara.

Para pejabat terkait mengatakan, sebagian besar mayat diketahui tanpa kepala dan tangan mereka terputus, sehingga aparat kesulitan untuk mengidentifikasinya.

Mereka menuduh pembantaian ini dilatari perang antar geng obat bius yang saling bersaing.

Penyelidikan sementara kepolisian menyebutkan kemungkinan pelakunya adalah kelompok kartel Zetas.

Ini didasarkan petunjuk dari ciri-ciri yang ditinggalkan pada korban.

Kasus ini diduga terkait dari serangkaian pembantaian di wilayah Meksiko utara, yang merupakan rute penyelundupan obat bius dan sejauh ini diperebutkan secara sengit oleh berbagai mafia obat bius.

Puluhan mayat itu ditemukan sekitar pukul 04:00 waktu setempat di kota Cadereyta, yang terletak antara kawasan Monterrey dan Reynosa, di dekat perbatasan AS.

Para pejabat keamanan mengatakan, mayat sepertinya dibunuh di tempat lain sekitar dua hari lalu, sebelum diangkut truk dan dibuang ke kawasan tersebut.

Sulit diidentifikasi

Aparat keamanan Meksiko meyakini pembantaian ini terkait perang antar geng narkoba.

"Dari karakteristiknya, kita tahu ini merupakan tindak kekerasan yang dilakukan antar kelompok kriminal, dan bukan ditujukan menyerang penduduk sipil."

Jorge Domene, juru bicara keamanan negara bagian Nuevo Leon, Meksiko

"Dari karakteristiknya, kita tahu ini merupakan tindak kekerasan yang dilakukan antar kelompok kriminal, dan bukan ditujukan menyerang penduduk sipil," kata Jorge Domene, juru bicara keamanan negara bagian Nuevo Leon, Meksiko.

Sementara, Jaksa Adrian de la Garza mengatakan, mereka kesulitan mengidentifikasi para korban, karena sebagian besar mereka dipotong kepala dan tangannya.

Namun demikian, dia menduga kemungkinan besar mereka adalah imigran dari kawasan Amerika Tengah.

Penemuan 49 mayat yang dimutilasi ini hanya terjadi beberapa hari setelah aparat kepolisian sebelumnya menemukan 18 mayat yang dimutilasi di dalam dua mobil yang ditinggalkan di bagian barat Meksiko.

Dan awal Mei ini, polisi juga menemukan 23 mayat, yang 14 diantaranya dipenggal kepalanya, di wilayah Nuevo Laredo, di negara bagian Nuevo Leon.

Sejak 2006 lalu, sekitar 50.000 orang tewas akibat kekerasan terkait narkoba di Meksiko, ketika Presiden Felipe Calderon mengerahkan aparat militer untuk memerangi kartel obat bius.

Wartawan BBC di Meksiko City, Will Grant mengatakan, pembantaian terbaru ini menunjukkan bahwa, meskipun warga Meksiko merasakan kejadian kekerasan terkait narkoba berangsur berkurang, namun perang antar geng obat bius tetap merupakan ancaman menakutkan bagi kehidupan mereka, yang celakanya itu dilakukan dengan sedemikian brutal.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.